Banyak Laporan Soal Matematika UNBK Tak Sesuai Kisi-Kisi

Banyak Laporan Soal Matematika UNBK Tak Sesuai Kisi-Kisi

Wasekjen FSGI Satriwan Salim mengatakan, dalam keluhan dan laporan siswa tersebut, terdapat soal-soal yang dibuat pemerintah (BSNP) dengan tidak sesusai kisi-kisi yang dipelajari di sekolah.

“Soal Matematika di UNBK 2018 jauh berbeda dari soal try out yang selama ini telah dipelajari siswa. Tidak hanya siswa di daerah, bahkan di Jakarta mengeluhkannya. Jadi Banyak Laporan Soal Matematika UNBK Tak Sesuai Kisi-Kisi,” ujar Wasekjen FSGI, Satriwan Salim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/4).

Diketahui, keluhan-keluhan tersebut berasal dari siswa SMAN 2 Tangerang Selatan, siswa SMA 46 Jakarta, siswa SMA BM Jakarta Selatan, siswa SMA Labschool Jakarta dan siswa SMAN 47 Jakarta.

Seperti yang diungkapkan Andi Ainul siswa kelas XII IPS, dirinya merasa soal UNBK yang dikerjakannya sulit dan berbeda dengan tryout sebelumnya.

“Contoh soal yang kami belum pelajari, cotangen, matriks pecahan. Juga ada soal yang salah jawabannya. Soalnya juga kurang kalimat penjelasannya. Jadi bingung harus diapakan. Kami sangat kecewa dengan soal ini,” jelas Andi.

“Kami saja yang di Jakarta susah mengerjakannya, apalagi teman-teman di daerah. Semoga ke depan tidak terulangi kami. Kami hanya berdoa nilai UNBK kami tetap bagus,” harapnya.

Hal ini sangat disayangkan, Satriwan, menurutnya siswa sebelum UNBK telah melaksanakan try out berkali-berkali. Namun, dirinya melihat anak-anak menjadi hilang semangat ketika melihat soal tersebut.

“Seharusnya pemerintah sudah merencanakan sesuai pedoman pembuatann soal dan kisi-kisi. Kasihan para siswa yang sudah berkali-kali ikut try out,” kata Satriwan.

Selain masalah soal matematika, juga ada aduan kecacatan soal, seperti soal biologi yang jawabannya tidak sesuai dengan soal, begitu juga untuk soal kimia.Untuk UNBK Bahasa Arab, ada beberapa siswa yang soalnya hanya keluar 41 dari 50 soal       

Keluhan soal matematika ini juga disampaikan oleh guru matematika di sebuah sekolah di Jakarta, Slamet Maryanto. Antara lain:

1. Jumlah dan cakupan materi tidak sesuai kisi-kisi

2. Tidak sesuai dengan cakupan materi di simulasi UN dan uji coba UN.

3. Tidak sesuai kaidah penyusunan soal yg baik (option jawaban diurutkan dari kecil ke besar atau sebaliknya)

4. Soal Trigonometri banyak keluar 6 soal padahal di kisi-kisi hanya 2 soal,

5. Soal isian singkat banyak soal yang tidak sama, ada yang 4, 5, dan 3.


(rgm/JPC)