Bank Dunia Pangkas Proyeksi PE, Pemerintah Tak Mau Ikut-ikutan Galau

Pemerintah Rampungkan 81 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 390 T

JawaPos.com – Pemerintah tak ambil pusing melihat laporan terbaru Bank Dunia yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi (PE) Indonesia tahun ini dari 5,1 persen menjadi 5 persen, dan tahun depan dari 5,2 persen menjadi 5,1 persen. Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menganggap, penurunan proyeksi dari sebuah lembaga merupakan hal yang wajar.

“Dia (Bank Dunia) menurunkan (proyeksi pertumbuhan ekonomi) kemudian kenapa kita jadi pusing. Itungan biasa saja,” katanya di Jakarta, Selasa (15/10).

Darmin menuturkan, strategi pemerintah dalam mengerek pertumbuhan ekonomi pada 2020 masih sesuai rencana semula (on the track). Tidak ada perubahan rencana atau strategi, apalagi hanya karena Bank Dunia menurunkan proyeksinya.

Strategi tersebut, kata Darmin, meliputi optimalisasi infrastruktur, pengembangan dan penguatan infrastruktur, insentif bagi investor dan penciptaan lapangan kerja.

“Jangan tanya kita mengubah strategi kalau IMF dan World Bank mengubah (proyeksi mereka) itu. Nanti pusing lagi kita (berubah-ubah),” tegas Darmin.

Pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) juga tidak khawatir dengan pemangkasan proyeksi itu. Menurut Wakil Ketua Umum Apindo, Shinta Kamdani, pemangkasan proyeksi tersebut tidak terlalu signifikan.

“Itu tidak terlalu dratis, (kisaran) lima persen masih sesuai dengan angka kita. Bandingkan ke pertumbuhan ekonomi dunia saat ini, rata-rata tiga persen kan,” kata Shinta.