Banjir, Tol Mapan Terancam Molor

Pembangunan Tol Mapan (Malang Pandaan), di wilayah Kabupaten Malang sepertinya bakal molor. Pemicunya, cuaca ekstrem yang terjadi diawal tahun belakangan ini, menjadi penyebab utama molornya proyek akbar yang diprediksi bakal rampung pada bulan mei mendatang. Curah hujan yang tinggi, mengakibatkan pemasangan Box Culvert (saluran drainase) terhambat.

SINGOSARI – Pembangunan Tol Mapan (Malang Pandaan), di wilayah Kabupaten Malang sepertinya bakal molor. Pemicunya, cuaca ekstrem yang terjadi diawal tahun belakangan ini, menjadi penyebab utama molornya proyek akbar yang diprediksi bakal rampung pada bulan mei mendatang. Curah hujan yang tinggi, mengakibatkan pemasangan Box Culvert (saluran drainase) terhambat.

Hal inilah yang dikeluhkan oleh Mandor pembangunan tol Sumaji. Saat ditemui wartawan koran ini kemarin (25/1), dia nampak memberikan instruksi kepada pekerja pembangunan tol Mapan, yang ada di Dusun Tanjung, Desa banjararum Kecamatan Singosari. Menurutnya, pembangunan Box Culvert ini seharusnya bisa rampung bulan depan. Namun karena curah hujan yang tinggi mengakibatkan aliran sungai semakin deras. Dampaknya, proses pembangunan tidak bisa maksimal. ”Kemungkinan jika cuaca seperti ini, prediksi kami tiga bulan baru bisa rampung,” terang Sumaji kepada Jawapos Radar kanjuruhan kemarin.

Padahal, jika pembangunan Box Culvert molor, dampaknya pembangunan akses tol yang bakal di bangun diatas saluran dreinase tersebut otomatis tidak bisa dilanjutkan. Untuk mengantisipasi hal ini, Sumaji sudah mengerahkan pekerja-nya untuk menyedot air sungai, guna melanjutkan proses pembangunan. ”Karena hampir setiap hari hujan, kami hanya bisa bekerja setengah hari. Kemudian pada malam hari biasanya kami harus lembur, melanjutkan pekerjaan yang tertunda akibat hujan yang mengakibatkan banjir,” sambung Sumaji.

Sumaji menambahkan, rencananya Box Culvert yang dipasang sepanjang 27,5 meter. Sedangkan pada sisi wing (samping) bakal dipasang disisi kanan dan kiri Box Culvert. Dengan ukuran masing-masing lima meter. Namun dari pengamatan wartawan koran ini, hingga kemarin (25/1), progres pembangunan masih belum signifikan. Hanya ada pondasi, dan pemindahan arus air sungai saja yang sudah terealisasi. Sisanya, seperti Box Culvert, kerangka besi, dan beberapa perlengkapan materil belum terpasang. ”Sebanyak enam pekerja kami arahkaan untuk melakukan penggalian, harapannya bisa mempermudah proses pembangunan Box Culvert,” imbuhnya.

Molornya mega proyek ini, juga membawa dampak ke masyarakat yang tinggal disekitar proyek pembangunan Box Culvert. Salah satu warga Asnan menuturkan, saat hujan deras rumahnya menjadi tempat langganan banjir. Maklum saja, lokasi tempal tinggal-nya memang paling dekat denga proyek jalan tol. Tidak tangung-tangung, air yang disertai dengan lumpur memenuhi seisi rumah hingga ketinggian sekitar 20 centimeter. Yang paling parah, terjadi di bagian halaman rumah. Yakni air bercampur lumpur sedalam 1,5 meter memenuhi sebagian depan rumah-nya. ”Saya sudah sempat komplain kepada pihak kontraktor, namun hanya dibersihkan. Mereka memberi janji bakal merenovasi rumah saya ketika proyek sudah selesai,” pungkasnya.

Pewarta: Ashaq Lupito
Foto: Darmono