Bangun Taman tanpa Kuras Anggaran

Wagiman (Wali Kota Gila Taman). Itulah salah satu julukan yang disematkan kepada Wali Kota Malang Moch. Anton. Anda mungkin tahu alasannya kenapa sampai muncul istilah seperti itu?

MALANG KOTA – Wagiman (Wali Kota Gila Taman). Itulah salah satu julukan yang disematkan kepada Wali Kota Malang Moch. Anton. Anda mungkin tahu alasannya kenapa sampai muncul istilah seperti itu?

Sejak memimpin Kota Malang pada 2013 lalu, Anton memang gencar membangun taman. Ada taman-taman baru yang berdiri, ada pula taman lama yang direvitalisasi.

Yang paling besar, tentu saja revitalisasi Alun-Alun Kota Malang (atau Alun-Alun Jalan Merdeka). Revitalisasi itu sukses mengubah wajah Alun-Alun Kota Malang.

Revitalisasi alun-alun itu pun menelan anggaran yang tidak sedikit. Total, anggaran yang dihabiskan mencapai Rp 5,9 miliar.

Tapi, Pemkot Malang tak perlu merogoh kocek dalam-dalam untuk proyek itu. Sebab, anggaran revitalisasi Alun-Alun Kota Malang di-cover Bank BRI lewat program CSR (corporate social responsibility)-nya.



Revitalisasi Alun-Alun Kota Malang seolah menjadi pilot project di Kota Malang. Sebab, setelah itu, taman-taman baru yang lahir dari sinergi pemkot dengan swasta pun muncul.

Sebut saja, Taman Kunang-Kunang yang di-support Bentoel. Lalu, ada Merbabu Family Park yang mendapatkan dukungan penuh dari PT Beiersdorf Indonesia. Terakhir, pekan lalu ada Taman Dempo di Jalan Dempo yang merupakan buah kerja sama antara pemkot dengan SMA St Albertus.

Wali Kota Malang Moch. Anton menyatakan, pihaknya memang membuka lebar-lebar masuknya swasta dalam penggarapan taman-taman di Kota Malang. ”Untuk program CSR, kami tidak menerima cash money. Tapi, langsung hibah berupa revitalisasi taman,” kata dia.

Meski hampir semua taman yang direvitalisasi dalam 3–4 tahun belakangan ini merupakan buah program CSR, tapi pemkot juga punya anggaran sendiri untuk revitalisasi taman. Salah satu program revitalisasi yang menggunakan kas pemkot adalah Taman Pandanwangi. ”Nanti akan kami resmikan. Itu dibangun dari APBD,” kata dia. (*/c2/mf)