Bangun Soliditas Tokoh Lintas Agama Sinergi Jawa Pos

Dalam pertemuan tersebut, Kang Yoto, sapaan Bupati Suyoto, menekankankan arti penting sebuah persatuan.

Tanpa persatuan sulit rasanya menjadi sebuah bangsa yang besar dengan berbagai keberagaman.

’’Menjadi sebuah bangsa itu tidak mudah. Diperlukan perjuangan,’’ ungkapnya.

Bangsa yang besar juga harus bermartabat. Untuk mencapai itu, harus melalui empat hal, yaitu bersatu, sejahtera, mandiri, dan prestasi.



’’Kalau miskin tidak mungkin bermartabat,’’ terangnya.

Menurut Kang Yoto, bersatu untuk menjadi sebuah bangsa yang besar ujiannya tidak ringan. Banyak yang merintangi.

’’Eropa saat ini diguncang berbagai perpecahan. Banyak wilayah yang ingin memerdekakan diri. Begitu juga di Timur Tengah,’’ terangnya.

Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, persatuan bangsa sangat diperlukan untuk membentuk masyarakat yang aman dan damai.

Jangan sampai masyarakat gampang terprovokasi oleh isu-isu yang tidak baik. 

Dia melanjutkan, saat ini Bojonegoro sedang memasuki masa menuju pemilihan bupati (pilbup). Namun, dia yakin kondisi Bojonegoro sangat kondusif.

’’Kita percayakan pada penyelenggara pemilu, seperti KPU, Panwas, PPK, dan PPS. Semoga mereka amanah menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu,’’ jelasnya.

Pimpinan Polres Al Rosyid Alamul Huda mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik. Mengingat Bojonegoro saat ini sedang menuju pilbup 2019.

Sehingga, peran dari seluruh pemuka agama sangat diperlukan. ’’Insya Allah Bojonegoro ini aman,’’ terangnya.

Gus Huda, sapaan akrab Alamul Huda, menambahkan, pertemuan dengan tokoh lintas agama tersebut adalah yang pertama dilakukan di Bojonegoro.

’’Bukan karena menjelang pilbup, tapi kami adakan untuk Bojonegoro agar tetap damai,’’ terangnya.

(bj/zim/nas/bet/JPR)