Bangun Ekosistem Ekraf lewat Market Online

MALANG KOTA – Keseriusan Kota Malang dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakatnya terus dipacu.

Baru-baru ini, Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Malang bersinergi dengan Malang Creative Fusion (MCF) untuk membuat market online, yakni pasarmbois.com.

Badan Kerja Sama Tim Sinergi MCF Amar Alpabet menjelaskan, website pasarmbois.com merupakan lapak bagi para pelaku industri kreatif di Kota Malang dari 16 sektor yang ada.

Mulai dari desain, animasi, arsitek, hingga kuliner. Produk-produk tersebut di-display di website tersebut. ”Ya, ini salah satu bukti keseriusan pemerintah (Pemkot Malang) dan kami akan meningkatkan kegiatan industri kreatif,” ujar Amar.

Lewat platform ini, nantinya akan tercipta kemudahan masyarakat Kota Malang dalam mengenali produk asli Malang.

”Dengan begitu akan tercipta support dalam membangun ekosistem perekonomian di Malang,” terangnya. Per Minggu (10/11), sambungnya, sudah ada sekitar 50 pelaku usaha yang terdaftar di data MCF.

Pada platform tersebut, nantinya akan diisi oleh semua pelaku usaha, tidak hanya yang industri besar ataupun usaha mikro. ”Kita tidak membatasi. Yang jelas, produknya adalah hasil asli dari Malang,” tuturnya.

Terkait dengan waktu launching, pihaknya masih menunggu dari pihak Disperindag Kota Malang. ”Saat ini, prosesnya baru di penandatanganan nota kesepahaman antara Disperindag Kota Malang sebagai pengampu, dengan MCF sebagai komunitas pelaku, dan BNI sebagai support layanan pembayaran dan perbankan,” paparnya.

BNI akan membantu pembuatan Virtual Account bagi para calon pembeli dan penjual. Di mana hal ini akan mempermudah proses penjualan maupun pembelian produk.

”Itu untuk mempermudah proses jual-beli. Virtual Account ini nantinya diisi saldo dan langsung bisa digunakan untuk jual-beli. Tanpa perlu konfirmasi dan screen capture transfer uang,” tuturnya.

Pihaknya menuturkan, saat ini kebanyakan pelaku usaha masih terkendala dengan terbatasnya pemahaman terkait dunia digital.

”Selain itu, mereka (pelaku usaha) juga tidak memiliki sumber daya manusia yang khusus menangani pemasaran online,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dari MCF selalu menggelar kegiatan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha. Selain kepada pelaku usaha, lanjut Amar, masyarakat umum juga perlu diberikan pemahaman terkait platform itu.

”Selain itu, kita juga gencar dalam menyosialisasikan platform ini ke masyarakat luas lewat event-event tertentu, seperti Malang Mbois kemarin,” terangnya.

Menurut dia, platform online ini nanti tidak hanya mengurusi perihal penjualan saja, namun juga menjadi tempat bagi pelaku usaha untuk saling mengenali produk asli Malang.

”Dengan begitu, ke depan dapat membuka peluang bagi antar-pelaku usaha untuk saling berkolaborasi,” jelasnya.

Dia menarget, semua pelaku usaha dari Malang dapat memasukkan produknya ke dalam platform ini. ”Sehingga tercipta support dari warga Malang,” sambungnya.

Platform ini juga tidak membatasi apabila ada pengiriman ke luar Malang. ”Mari saling mengenal dan berkolaborasi membangun ekosistem ekonomi kreatif Kota Malang,” tutupnya.

Pewarta : Mva, Was
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Mardi Sampurno