Bangun Chemistry Mesin Gol Baru Arema

KOTA MALANG – Performa gemilang Sylvano Comvalius saat bersama Bali United pada 2017 lalu tidak lepas dari peran rekan-rekannya. Mulai dari Irfan Bachdim, Stevano Lilipaly, Nick van der Velden, hingga Marcos Flores. Sokongan dari pemain-pemain inilah yang ikut mengantarkan pemain berkebangsaan Belanda ini menjadi top scorer Liga 1 2017 dengan 37 gol.

Di Arema, Comvalius tidak akan bekerja sama dengan deretan nama-nama itu lagi. Namun, di skuad Singo Edan, ada cukup banyak pemain yang bisa ”melayani” pemain dengan posisi striker itu. Seperti Dendi Santoso, Makan Konate, dan Dedik Setiawan. Arema pun optimistis, mesin gol barunya ini akan menjadi pemain yang bisa diandalkan di Liga 1 2019.

Asisten pelatih Arema FC Singgih Pitono menyatakan, jika permainan Comvalius sama seperti saat di Bali United 2017 lalu, sangat cocok untuk Arema. ”Dia target man yang bagus, strong, pekerja keras, dan sangat berbahaya jika menghadap gawang lawan, terlebih saat masuk kotak pinalti lawan,” kata mantan top scorer Arema itu. Tak heran jika pemain dengan julukan Comvalion itu menjadi top scorer dengan melesakkan 37 gol pada saat itu.

Meski demikian, Singgih menjelaskan, performa bagus Comvalius saat di Bali United tidak lepas dari rekan-rekannya. Nah, di Arema punya pemain yang setipe dengan Bachdim dan Lilipaly. ”Kami ada Dendi dan Konate, dia bisa menjadi pendukung Comvalius di lini depan. Tidak perlu khawatir,” kata asisten pelatih asal Tulungagung itu. Jadi, Comvalius tetap bisa menjadi mesin gol yang garang di Arema.

Karena itu, pemain dengan tinggi 192 sentimeter itu diharapkan bisa cepat adaptasi. ”Karena waktu sangat singkat, dia harus segera bisa membangun chemistry dengan pemain lainnya,” kata dia. Singgih menjelaskan, adanya pemain yang sebelumnya memperkuat Kuala Lumpur FA (Malaysia) itu, diharapkan bisa membawa Arema meraih gelar juara liga.



Sementara itu, Makan Konate mengakui selama ini belum pernah satu tim dengan Comvalius. ”Saya belum pernah main sama dia (Comvalius) waktu dia di Liga 1, saya di Liga Malaysia,” kata playmaker Arema FC itu. Namun, dia sangat senang adanya rekan baru. ”Mudah-mudahan bisa adaptasi cepat dan membantu tim,” ungkap pemain asal Mali tersebut.

Bagi dia, Comvalius adalah pemain yang bagus. Itu jika dilihat dari gol yang dia cetak saat bersama Bali United. ”Saya sudah lihat pertandingannya, dia striker yang bagus dan pintar. Dia pemain yang profesional, pasti dalam waktu tiga sampai empat hari sudah adaptasi,” pungkas mantan pemain yang pernah membela Persib Bandung itu.

Pewarta               : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Ahmad Yani