Bangun 50 Sumur Bor, Lobi 2 Kementerian

KEPANJEN – Meski musim hujan telah tiba, namun problem pemenuhan kebutuhan air bersih masih menjadi pekerjaan rumah (PR) panjang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Khususnya yakni pemenuhan air bersih bagi warga di wilayah Malang Selatan.

Sebagai upaya penanganan jangka panjang, Bupati Malang H.M. Sanusi menuturkan bahwa pihaknya kini tengah melobi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menambah akses air bersih.

”Sedang kami data sekarang, kurang lebih antara 50 sampai 60 desa yang akan kami carikan bantuan ke pusat untuk pengadaan sumur bor,” kata Sanusi beberapa waktu yang lalu.

Dia menjelaskan bahwa upaya tersebut merupakan tindak lanjut dari bantuan 8 unit sumur bor yang diserahkan Kementerian ESDM pada 16 Oktober lalu.

Di internal Pemkab Malang, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengaku bila pihaknya kini tengah mematangkan pemetaan lokasi desa yang sangat memerlukan bantuan air bersih.

”Kalau untuk penanganan sementara, kami kerahkan 10 kendaraan tangki ke wilayah yang kekurangan air bersih itu sudah cukup.

Tapi yang dibutuhkan dalam jangka panjang adalah penyelesaian yang permanen. Yang paling efektif ya harus pakai sumur bor,” beber pria berusia 59 tahun tersebut.

Yang juga tidak kalah penting, Sanusi juga berharap Perumda Tirta Kanjuruhan bisa memperbanyak akses air bersih bagi masyarakat Kabupaten Malang. ”Yang bisa dijangkau PDAM (Perumda Tirta Kanjuruhan harus dituntaskan.

Nah, yang tidak bisa nanti kami upayakan lewat sumur bor itu,” imbuhnya. Selain kebutuhan untuk konsumsi, yang juga tidak kalah penting adalah akses kebutuhan air, yakni untuk pertanian.

Kepada Kementerian PUPR, Sanusi menuturkan bahwa pihaknya kini juga tengah mengupayakan pembangunan embung di Desa Kedungbanteng Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

Dengan dibangunnya embung tersebut, suami dari Anis Zaidah tersebut optimistis bisa membuka lahan pertanian anyar di kawasan Malang Selatan.

Terpisah, upaya peningkatan aksesibilitas air bersih juga terus didorong oleh Perumda Tirta Kanjuruhan. Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Samsul Hadi menuturkan bahwa pihaknya menargetkan ada penambahan 6.000 sambungan rumah (SR) baru.

”Sampai saat ini yang sudah tercatat jumlah pelanggan kami sebanyak 124 ribu. Insya Allah tahun 2020 mendatang kami targetkan bisa mencapai total sebanyak 130 ribu pelanggan,” kata Samsul.

Penambahan SR tersebut memang membutuhkan perencanaan yang matang. Sebab, biaya operasional untuk penyediaan instalasinya juga cukup tinggi. 

Pewarta : Farik Fajarwati
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Bayu Mulya