Bangkit Lawan Mutiara Hitam

SAMARINDA – Kekalahan 2-6 dari PSM Makassar menjadi pukulan keras bagi Arema FC. Hasil minor tersebut sempat membuat mental para pemain rontok. Sebab, itu adalah kekalahan terbesar yang dialami Singo Edan selama Liga 1 2019.

Namun, saat ini Makan Konate dkk tidak punya pilihan lagi, selain bangkit. Sebab, di depan mata sudah ada Persipura Jayapura yang menunggu. Arema bakal melawan tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, besok (20/10).

Pelatih Arema FC Milomir Seslija pun tidak membantah, kekalahan lawan PSM itu memang sempat membuat mental pemain rontok. ”Kami syok dengan hasil itu (lawan PSM), tapi bukan berarti kami menyerah,” kata pelatih yang akrab disapa Milo tersebut.

Meski kondisi saat ini, Arema juga tidak diuntungkan. Sebab, Hendro Siswanto hanya punya waktu recovery yang minim jika dihitung usai melawan PSM (16/10) dan harus bermain lagi besok (20/10). Tenaga para pemain juga terkuras di perjalanan dari Makassar ke Samarinda.

Kondisi itu kontradiksi dengan Persipura yang punya waktu recovery lebih panjang. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu terakhir bermain saat menang 3-0 atas PS TIRA-Persikabo di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, (2/10). Meski demikian, Milo enggan mengeluhkan kondisi seperti ini.

Bagi dia, kondisi sulit seperti ini bukan kali pertama dialami. ”Kamu tahu? Kami (pernah) bermain di Bali (dengan jadwal padat), kemudian lawan Persib (Bandung) yang dua kali lebih kuat, tapi kami bisa menang,” ucap pelatih dengan lisensi UEFA Pro tersebut.

Saat itu, Arema bersaing di Bali Island Cup 2016. Usai melawan Bali United (18/2), PSS Sleman (21/2) kemudian melawan Persib (23/10). Arema pun menjadi juara di turnamen tersebut. Semangat bangkit seperti itulah yang saat ini diusung menjelang lawan Mutiara Hitam.

Apalagi, pada laga melawan Persipura kali ini, Arema mendapatkan tambahan tenaga baru. Dendi Santoso dan Hanif Sjahbandi yang sebelumnya bergabung Timnas Indonesia, bakal bergabung di Samarinda. Mereka ikut persiapan sebelum menghadapi Mutiara Hitam.

Pewarta : nr9
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro