Bandara Hongkong Kembali Berfungsi

JawaPos.com – Drama pendudukan Bandara Internasional Hongkong berakhir sudah. Polisi akhirnya membubarkan massa yang menghalangi pengoperasian bandara setelah bentrokan. Saat ini peserta unjuk rasa di Hongkong pun terpecah dan hilang arah.

Bandara Hongkong memang berfungsi beberapa jam setelah massa pendemo bubar. Namun, mereka masih pincang dan babak belur. Layanan pra penerbangan di bandara tersibuk ke-8 dunia itu belum maksimal. Untuk sterilisasi, calon penumpang harus menunjukkan pemesanan tiket terlebih dahulu di gerbang keberangkatan.

“Kami akan mengawasi gerbang keberangkatan untuk sementara. Kami hanya membuka dua akses pintu,” ujar Timothy Wu, corporate communications assistant manager di Bandara Internasional Hongkong, kepada CNN kemarin (14/8).

Meski masih banyak sampah, kotoran, dan coretan di gedung, mereka harus buru-buru mengejar ketertinggalan jadwal penerbangan. Cathay Pacific saja menyatakan sudah 272 penerbangan yang terganggu dalam dua hari terakhir. Artinya, 55 ribu calon penumpang telantar di Hongkong.

Kali ini, pengunjuk rasa anti pemerintah kena batunya. Mereka mendapat kecaman dari dunia karena aksi yang anarkistis. Mereka sengaja memblokade akses menuju terminal keberangkatan dan menahan dua orang yang diduga orang polisi yang menyamar.

“Komisioner Tinggi HAM PBB (Michelle Bachelet, Red) mengutuk kekerasan dan perusakan aset dalam bentuk apa pun. Kami meminta demonstran untuk menyampaikan aspirasi dengan damai,” kata Jubir Komisioner Tinggi HAM PBB Rupert Colville.

Beberapa pihak khawatir dengan sikap pendemo yang makin keras. “Ini adalah tanggung jawab saya sebagai pemimpin. Saya akan membangun ekonomi Hongkong dan mendengarkan aspirasi rakyat,” ujar Chief Executive Carrie Lam menurut South China Morning Post.

Beberapa pendemo memilih untuk minta maaf. Mereka mengunggah tulisan di dunia maya yang menyatakan bahwa mereka dibutakan emosi. Tujuan aksi itu, menurut mereka, bukanlah menunda penerbangan dan menyerang warga yang tidak bersalah.

“Hongkong sedang sakit. Kami harap pengertian dan toleransi dari Anda,” kata Joshua Wong, aktivis prodemokrasi Hongkong, lewat akun Twitter-nya.

Nyatanya, massa yang menuntut pemerintah mulai terpecah. Sebab, beberapa menyatakan bahwa yang meminta maaf tak punya solidaritas kepada pendemo di garis depan.

“Kami tidak melakukan hal yang keterlaluan. Mereka adalah musuh dan kami sedang marah karena terlalu banyak ketidakadilan,” ujar pemuda 19 tahun yang tak ingin disebut identitasnya kepada Agence France-Presse.

BENTROK DI BANDARA INTERNASIONAL HONGKONG
– Pendemo mulai memenuhi terminal keberangkatan Bandara Hongkong pada sore hari kedua demonstrasi. Aksi tersebut membuat penerbangan setelah pukul 16.30 waktu setempat dibatalkan.

– Menjelang tengah malam, polisi bentrok dengan massa yang bertahan di bandara. Petugas menangkap lima pengunjuk rasa. Enam lainnya harus dibawa ke rumah sakit akibat bentrok itu.

– Pendemo sempat menahan dua orang dan menuduh mereka sebagai polisi yang menyamar. Keduanya ternyata warga Tiongkok yang sedang mengunjungi teman dan wartawan Global Times.

– Bandara kembali berfungsi pukul 06.00 waktu setempat setelah pengunjuk rasa berangsur bubar.

– Bandara mengumumkan pukul 14.00 bahwa mereka bakal mengusir siapa pun yang ingin mengganggu ketertiban.

– Hampir seribu penerbangan terpengaruh dalam dua hari penutupan bandara.

Sumber: CNN dan South China Morning Post