Ban Truk Meletus dan Terguling di Saradan Gara Sinergi Jawa Pos

Pecah ban di bagian depan mengakibatkan kayu sengon muatannya tumpah ruah di pinggir jalan. ‘’Tiba-tiba langsung terguling,’’ tutur Ahmad Hori, 51, pengemudi truk asal Kedopok, Probolinggo, itu. 

Selain tak kuat menahan beratnya muatan, terjadinya insiden ditengarai kontur jalanan yang miring. Menyadari ban truknya meletus, Hori pun berusaha meminggirkan kendaraannya di bahu jalan. 

Bukan hanya dia yang membawa material kayu tersebut. Setidaknya dalam rombongan ada empat truk gandeng. Hori mengemudikan truk urutan paling belakang. 

‘’Hanya sambungan depan yang terguling, yang belakang aman,’’ ungkapnya sembari menjelaskan rute pengiriman bahan dasar tripleks itu dari Jember ke Salatiga, Jawa Tengah. 



Kasatlantas Polres Madiun AKP Evon Fitrianto memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tunggal itu. Pengemudi truk juga tidak terluka. 

‘’Terguling di bahu jalan, bukan badan jalan,’’ terangnya.

Evon pun menyayangkan insiden yang menimpa truk gandeng pengangkut kayu sengon tersebut. Sebab, pihaknya sudah berkali memperingatkan pengemudi truk agar memuat material sesuai spesifikasi kendaraan. 

Jika overtonase, risiko kecelakaan mengintai. Ban meletus menjadi salah satu dampaknya. ‘’Truk bermuatan memang menjadi atensi kami,’’ ungkapnya.

Belajar dari pengalaman libur Natal kemarin, pihaknya bakal menindak tegas pengemudi truk yang membandel. Si Komo haram melintas di jalan raya mulai tanggal 29—31 Desember mendatang. 

(mn/bel/sib/sib/JPR)