Bamsoet Desak Polri Lakukan Pemetaan Kelompok Teroris

Ketua DPR Bambang Soesatyo

Hal itu tidak lepas setelah terjadinya bom bunuh diri dan penangkapan beberapa terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo dalam dua hari terakhir ini. Bahkan, politisi yang akrab disapa Bamsoet ini mendukung penuh aparat kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai akan melakukan aksi terorisme.

“Kami mendorong aparat kepolisian dan lainnya untuk masuk ke sel-sel mereka tanpa menunggu adanya perbuatan. Kalau ada kecurigaan, tangkap, periksa, tidak terbukti lepas, terbukti sel,” tegas Bamsoet usai melakukan pengecekan lokasi bom bunuh diri ini Mapolrestabes Surabaya, Senin, (14/05).

Selain itu, Bamsoet juga mendorong aparat kepolisian agar segera melakukan pendataan terhadap warga negara yang telah atau pernah pergi ke Suriah. Menurutnya, hingga saat ini, masih ada sekitar 500 warga negara yang pergi ke Suriah lalu ikut berperang. Orang-orang inilah yang patut diwaspadai terutama orang yang sudah kembali ke tanah air.

“Kita sudah dapat data, ada ratusan warga kita ke Suriah ada yang berjuang di sana, ada yang meninggal dunia dan ada yang kembali ke Indonesia itu yang harus kita waspadai. Kita dorong penegak hukum orang-orang yang berangkat ke sana sudah mulai dideteksi dan begitu juga yang sudah kembali,” imbuhnya.

Bamsoet menekankan, terorisme ini merupakan musuh bersama yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Sehingga, penindakanya harus dilakukan dengan cepat dan tegas. Bahkan, dalam konteks terorisme ini, Bamsoet mengimbau untuk tidak mengedepankan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jadi itu sikap kami di DPR, kalau ada pilihan apakah HAM atau keamanan masyarakat dan bangsa kita. Saya menganjurkan kita pilih menyelamatkan rakyat kita, menyelamatkan bangsa kita urusan HAM urusan kemudian,” pungkasnya.


(mkd/JPC)