Balitbang LHK RI Ajak Kerja Sama Pengelolaan Sampah Perairan Sulsel

JawaPos.com- Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Balitbang LHK) RI mengusulkan untuk mengelola sampah bersama di perairan Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebagai langkah awal, Sekretaris Balitbang LHK Sylvana Ratina telah bertemu dengan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (26/12)

Sylvana mengatakan, kedatanganya untuk menyampaikan beberapa hasil penelitian lembaganya.

“Kami memang harus didesiminasi atau dipublikasikan. Jadi kami membuka peluang kerja sama visi misi prioritas dari gubernur terkait dengan penelitian dan pengembangan,” kata Sylvana usai pertemuan.



Salah satu program prioritas Nurdin dan Andi Sudirman Sulaiman yakni pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui hilirisasi komoditas Sulsel. Mulai dari bidang pertanian, perikanan, kehutanan, perkebunan hingga pertambangan.

Beberapa penelitian bisa diimplementasikan di wilayah Sulsel. Jika disepakati, penelitian akan ditindaklanjuti bersama Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel.

“Kami mengajukan beberapa usul pengelolaan sampah di perairan. Kemudian beberapa pengembangan-pengembangan penelitian di wilayah kawasan hutan tujuan khusus di Sulsel,” terang Sylvana.

Di luar perairan, pengembangan lain ditawarkan di wilayah darat khususnya hutan. Sylvana optimistis, penerapan itu akan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pemanfaatan bahan alam di sekitar kawasan hutan.

“Kemudian ada juga pengembangan-pengembangan tanaman endemik. Misalnya bambu hitam, kemudian juga pemulihan-pemulihan jenis penghasil bibit- bibit tanaman hutan,” imbuhnya.

Hasil pembahasan sementara dalam pertemuan itu disambut baik oleh Nurdin. Menurut Sylvana, Nurdin telah menyerukan agar Balitbang LHK berkoordinasi dengan Balitbangda Sulsel untuk upaya tindak lanjut.

“Beliau menyambut positif tujuan kerja sama ini. Alhamdulillah beliau sangat welcome terhadap apa yang kami inginkan bersama,” pungkasnya.

(rul/JPC)