Baliho Bakal Calon Bupati Bertebaran Hingga Pelosok Jombang, Panwas Anggap Santai Sinergi Jawa Pos

JOMBANG – Dinamika politik di Kabupaten Jombang kian menghangat. Sembari menunggu rekomendasi dari  partai turun, sejumlah bakal calon terus melakukan sosialisasi.

Salah satunya, yang paling mencolok adalah pemasangan baliho Abdul Khodir kader Partai Demokrat dan Wulang Suhardi kader PDIP di Jl Raya Mojowarno yang letaknya bersebelahan.  

Dari pantauan Jawa Pos Radar Jombang, baliho milik Abdul Khodir dipasang lebih dahulu daripada baliho milik Wulang Suhardi. ”Memang kalau yang biru (milik Khodir, Red) lebih dulu.

Disusul setelah itu yang merah (Wulang,Red) itu di sebelahnya,’’ ujar Solikhin, warga yang melintas saat Jawa Pos Radar Jombang mengambil beberapa gambar.

Tepisah, David Budianto anggota Panwaslu Kabupaten Jombang  mengatakan, pemasangan baliho yang dilakukan bakal calon belakangan ini memang cukup marak.

Namun hal itu dianggap tak ada masalah. ”Jadi, hal itu kan tujuanya untuk sosialisasi dini, maka tidak masalah,’’ ujar dia dikonfirmasi terpisah.

Namun, jika pemasangan yang dilakukan melanggar tata tertib itu bisa melanggar perda Kabupaten Jombang.

”Beda lagi jika pemasangannya melanggar lalu lintas. Kita berharap hal seperti itu tidak terjadi. Namun jika memang ada makayang berwenang adalah pemerintah daerah,’’ tandasnya.

Selama belum ditetapkan menjadi calon di KPU maka kewenanganya untuk mengawasi dan menindak belum berlaku. ”Jadi kalau sudah ditetapkan sebagai calon, nanti harus ikut aturan kita,’’ pungkasnya.

(jo/ang/bin/JPR)