Bali Gagal Jadi Host Piala Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya Versi Yabes

Menurut Iwan Bule, pengelola Stadion Kapten Dipta dalam hal ini manajemen Bali United tidak sanggup untuk menjadi tuan rumah perhelatan akbar dua tahunan tersebut.

Alasannya karena tidak sanggup memastikan lapangan untuk tempat latihan. Namun, untuk memastikan, Iwan Bule akan ke Bali terlebih dulu.

Lalu bagaimana dengan tanggapan Manajemen Bali United sendiri? Apakah benar yang dikatakan oleh Iwan Bule?

CEO Bali United Yabes Tanuri mengatakan jika Bali tidak mengundurkan diri, namun lebih tepatnya Bali yang belum siap.

Belum siap dalam segi insfarstuktur. Inilah yang membuat segala sesuatu menjadi lebih berat. “Bukan mengundurkan diri. Begini, kami butuh lima lapangan pendamping dengan lampu 1.200 lux.

Sedangkan disini lapangan saja tidak ada. Infrastruktur yang belum ada dan memadai. Sekarang baru ada Lapangan Gelora Samudera Kuta dan Lapangan Banteng Seminyak,” ungkapnya.

Sedangkan, menurut Yabes, training ground di Pantai Purnama masih belum rampung. Sekarang saja masih pengerjaan untuk membuat pemecah ombak.

Jika rampung total, kemungkinan besar baru bisa selesai tahun depan termasuk mes pemain dan kantor.

Di sana, pihak Bali United hanya memasang lampu di satu lapangan dari total empat lapangan yang akan dibangun.

“Pemasangan semua lampu bukan kebutuhan kami. Kami juga hanya memasang lampu disatu lapangan dan itupun hanya 800 lux sesuai standar Liga 1,” terangnya.

Untuk Stadion Dipta Sendiri, kapasitas lampu yang ada sekarang sebesar 1.200 lux atau sesuai dengan standar AFC. Untuk standar FIFA, berbeda lagi. Minimal stadion yang ada di regulasi FIFA harus memiliki 1.400 lux.

“Di (peraturan) FIFA, lampu yang horizontal adalah 1.200 lux dan vertical 1.600 – 1.800 lux. Jadi lampu dari empat sisi totalnya 1.400 lux,” pungkasnya. 

(rb/mus/mus/JPR)