Balas Kekalahan Di Malang

BANDUNG – Hasil minor didapatkan Arema FC Putri di leg pertama semifinal Liga 1 Putri 2019. Pada laga yang berlangsung di Stadion Siliwangi Bandung kemarin sore (1/12) itu, Ongis Kodew-julukan Arema FC Putri takluk 0-2 dari Persib Bandung Putri.

Sejak babak pertama, Arema Putri dibuat tidak berdaya oleh tim asal Kota Kembang tersebut. Gol Persib Putri dicetak pada penghujung babak pertama (menit 45) oleh Siti Latipah Nurul Inayah. Dan gol kedua, tim berjuluk Putri Biru dicetak Mila Nur Karmila pada menit 60 dari titik penalti.

Hasil tersebut memang mengecewakan. Namun, Sheva Imut Furyzcha dan kawan-kawan (dkk) harus segera menegakkan kepala. Sebab, Arema Putri masih punya kesempatan untuk membalas pada leg kedua di Malang.

Pelatih Arema FC Putri Alief Syafrizal Muhammadin mengaku meski kalah tetap menghargai perjuangan para pemainnya. Sebab, Persib Putri memang bukan lawan yang mudah. ”Kami sudah melakukan dengan baik, sportif, meski kami kalah di leg pertama ini,” kata dia.

Menurut Alief, penyebab kekalahan ini karena pemain kurang fokus. ”Kami lengah di injury time, masalah fokus yang harus saya benahi. Karena dalam sepak bola sebelum wasit meniup peluit panjang (tanda berakhirnya pertandingan) pertandingan masih berlangsung,” kata dia.

Hal inilah yang harus dibenahi sebelum leg kedua nanti. Bagi Alief, meski kemarin kalah namun masih ada kesempatan untuk membalikkan keadaan. ”Saya tekankan pada pemain, perjuangan belum selesai, masih ada leg kedua yang akan berlangsung di Malang,” kata pelatih dengan lisensi C-AFC itu.

Pada kesempatan terakhir ini, Alief meminta agar benar-benar bisa dimanfaatkan oleh para pemainnya. ”Kami evaluasi untuk (pertandingan) yang akan datang. Karena di sepak bola, segalanya bisa terjadi. Masih ada dua kali 45 menit. Kami akan berjuang mati-matian untuk bisa di final,” kata dia.

Pelatih Persib Bandung Putri Muhammad Firman Hadillah mengaku senang dengan kemenangan di leg pertama ini. ”Kami syukuri kami bisa mendapatkan tiga poin, namun kami tetap berjuang  keras karena masih ada leg kedua, away di Malang,” kata dia.

Pewarta : Galih Prasetya
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro