Dari kiri, Prof dr Djoko Saryono (guru besar UM), Drs Mustakim M Hum (Kepala Balai Bahasa Jatim)

KOTA MALANG- Menghadapi abad 21, Balai Bahasa Jawa Timur himbau masyarakat agar menguasai 6 literasi dasar. Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Timur, Drs. Mustakim M Hum, dalam Diseminasi Gerakan Literasi Nasional bertajuk Literasi Sebagai Episentrum Peradaban yang diadakan selasa (16/4) di UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang (UM)

Para peserta saat melakukan registrasi untuk mengikuti seminar literasi yang diadakan oleh Balai Bahasa Jatim di Perpustakaan UM

Di hadapan puluhan guru, pelajar, hingga mahasiswa se-Kabupaten Malang, Mustakim menjelaskan 6 macam literasi dasar baca tulis tersebut. Yakni literasi numerisasi, sains, finansial, digital, budaya, dan kewarganegaraan.

Drs Mustakim M Hum saat memberikan materi

“Mengapa literasi numerisasi penting? Sebab literasi ini akan membuat kita mempunyai pikiran yang sistematis menggunakan angka-angka. Sains dan finansial jika dijelaskan secara numerik akan menjadi bahasa yang lebih mudah dipahami secara logika,” terangnya.

Tak kalah penting, literasi digital harus ditingkatkan dalam upaya menghadapi revolusi industri 4.0. Tantangan besar masyarakat Indonesia adalah ketersediaan banyak fitur digital akan tetapi tidak bisa memaksimalkan dalam pemakaian.

“Sekarang ngisi SKP aja bisa sambil jalan-jalan, ngisi SPT bisa lewat aplikasi. Tapi karena lemahnya literasi digital, fitur-fitur ini nggak maksimal pemakaiannya. Inilah tantangan yang berat,” sambung dia.

Sebagai penutup, literasi budaya dan kewarganegaraan juga mempunyai peranan yang signifikan dalam gerakan literasi. Menurut Mustakim, banyak orang pintar, tapi tidak berbudaya. “Ya contohnya aja lihat itu hacker Indonesia, mereka pintar tapi menyebar virus. Jangan begitu ya,” tutupnya.

Pewarta: Rida Ayu
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto: Rida Ayu