Bakal Berat tanpa Dedik-Bagas

MALANG KOTA – Arema FC mendapatkan tantangan besar di tengah upaya untuk berburu poin di sisa laga Liga 1. Sebab, Arema FC harus kehilangan Dedik Setiawan dan Bagas Adi Nugroho.

Dedik dan Bagas mendapatkan panggilan untuk mengikuti training center (TC) Timnas Indonesia proyeksi Piala AFF 2018. Surat pemanggilan keduanya sudah diterima manajemen Arema FC. ”Kami sudah berkomunikasi dengan federasi. Mulai tanggal 1–25 November, dua pemain kami diminta bergabung dengan timnas,” ujar Media Officer Arema FC Sudarmaji.

Bahkan, dua pemain itu bisa lebih lama lagi meninggalkan Arema FC jika Indonesia bisa bertahan hingga partai puncak Piala AFF yang digelar 15 Desember mendatang.

Artinya, Arema FC tak diperkuat Dedik dan Bagas hingga kompetisi berakhir. Seperti diketahui, Liga 1 bakal berakhir pada 7 Desember mendatang. ”Demi fokus AFF dan kepentingan negara, klub ikhlas melepaskannya,” ujar Sudarmaji.

Pemanggilan Bagas mungkin tak begitu berdampak besar karena stok bek tengah masih aman. Masih ada Hamka Hamzah, Arthur Cunha, Purwaka Yudhi, dan Israel Wamiau.



Tapi tidak demikian halnya dengan Dedik. Arema FC tak punya banyak opsi untuk lini depan. Apalagi, Rivaldi Bawuo saat ini tengah menjalani pemulihan cedera.

Sementara itu, pelatih Arema FC Milan Petrovic menyatakan bahwa tanpa Dedik dan Bagas, timnya bisa menghadapi situasi berat. ”Mungkin bisa jadi masalah. Tapi tidak apa-apa. Memperkuat timnas itu kesempatan bagus buat keduanya (Dedik dan Bagas),” ujar dia.

Pemanggilan Dedik dan Bagas sejatinya bukan hal yang mengejutkan. Dedik saat ini menjadi salah satu striker lokal terbaik dan tengah on fire di Liga 1. Bersama timnas Indonesia, Dedik melakoni debut saat menghadapi Mauritius di Stadion Wibawa Mukti pada 11 September lalu.

Sementara Bagas menjadi bagian dari timnas pada ajang Asian Games 2018 lalu. Meski sempat didera cedera, Bagas masih mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat timnas.

Selain Dedik dan Bagas, ada dua nama lain yang tahun ini sempat mendapatkan panggilan timnas. Yakni, Alfin Tuasalamony dan Hanif Sjahbandi.

Copy Editor: Dwi Lindawati
Penyunting: Indra Mufarenda
Foto: Falahi Mubarok