Bahaya Smartphone Bagi Anak

Bahaya Smartphone Bagi Anak

Namun sebetulnya hal tersebut sebetulnya sangat merugikan, karena dampak buruknya bagi kesehatan, moral, bahkan pendidikan. Sayangnya, banyak orang tua tak mengerti tentang bahaya ponsel untuk kesehatan anak-anak di masa mendatang. Risiko terbesar adalah anak-anak yang berusia di bawah 8 tahun yang masih dalam masa pertumbuhan. Penggunaan ponsel di usia dini, akan berdampak pada pertumbuhan selanjutnya.

Saat ini, ada beberapa anak menyalahgunakan gadget untuk mencontek saat ulangan. Bermain game saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi kita akan lebih percaya dengan smartphone dibandingkan guru atau orang tua. 

Padahal salah satu tanggung jawab anak adalah belajar dan sekolah. Tapi jika orang tua anak terlalu memberikan kebebasan menggunakan gadget-nya, kondisi tersebut bisa menjadikan prestasi anak menurun, bahkan tidak mempunyai prestasi. 

Penggunaan gadget memang membawa dampak positif, tapi juga dampak negatif. Dampak positifnya, mempermudah dalam pencarian informasi dan komunikasi, dan pelajar tidak gagap teknologi.

Adapun dampak negatifnya, mengganggu belajar siswa, mempengaruhi perilaku, kesehatan, dan sikap siswa, serta pemborosan. Bahkan, anak cenderung autis atau asyik dengan gadgetnya sendiri sehingga tidak memperhatikan hal-hal yang ada di sekitarnya. Misalnya ada orang mengajak mengobrol, tetap asyik dengan gadgetnya. Anak akan lebih betah di depan smartphone dibandingkan buku pelajaran. Sedangkan, remaja cenderung tidak bisa mengontrol diri sendiri akibat komunikasi yang tidak langsung, egois, emosi tidak tekendali, tidak ada tindakan untuk menyelesaikan masalah, dan banyak mengeluh. Sehingga orang-orang di sekitarnya kerap dijadikan korban kemarahannya. Untuk itu, para orang tua perlu melakukan pembatasan serta arahan kepada anak-anaknya dalam menggunakan smartphone. (Guru SMA Negeri 1 Rowosari, Kendal ) as3

(sm/ida/ida/JPR)