Bahaya! 70 Persen Pengidap Kanker Payudara Terlambat Berobat

Banyak perempuan takut untuk mendeteksi sedari dini aset di bagian tubuhnya dengan meraba benjolan tak wajar atau perubahan bentuk. Selain itu, perempuan masih takut ketika mendengar pemeriksaan USG atau mamografi untuk deteksi dini.

“Siapa saja perempuan bisa berisiko terkena kanker payudara, bahkan 70 persen datang ke rumah sakit saat sudah terlambat atau stadium 4,” kata Konsultan Ahli Bedah Payudara dari RS Mitra Keluarga Kemayoran Dr. Alfiah Amiruddin dalam seminar kesehatan yang digelar Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia DPP PPLIPI, Rabu (20/12).

Kondisi tersebut, kata Alfiah, sangat menyedihkan bagi pasien. Jika sudah stadium 4, maka pengobatan hanya sanggup dilakukan terapi. Sebab, kanker payudara hampir tidak menimbulkan gejala khas dan belum diketahui penyebab pastinya seperti kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang disebabkan oleh virus HPV sehingga bisa dicegah dengan vaksinasi.

“Sayangnya untuk mencegah kanker payudara sampai saat ini tak ada penyebab pasti. Yang bisa dilakukan adalah memeriksa tiap bulan jika terjadi sesuatu yang abnormal pada payudara,” kata Alfiah.

Ketua Umum DPP PPLIPI Indah Suryadharma Ali menjelaskan penting bagi perempuan untuk mendapat sosialisasi dan edukasi seputar kesehatan payudara. Di era modern dengan berbagai perkembangan penyakit bermacam-macam, tren perempuan terpapar penyakit kanker semakin muda.

“Masih tertinggi penyebab kematian pada perempuan adalah kanker payudara. Kami merasa perlu sampaikan ke masyarakat luas,” jelas Indah.

Menurutnya, masih banyak perempuan yang takut untuk mendeteksi sedari dini. Dia mendorong semua perempuan untuk menjaga pola hidup sehat dan mengendalikan stres.

“Saat ditanya pasti banyak yang takut memeriksakan diri ke dokter. Padahal penting sekali perempuan periksa sedini mungkin. Kalau lebih awal pengobatan lebih mudah dan hasilnya bisa lebih baik. Terutama untuk kanker tak boleh main-main lho,” tegas Indah.


(ika/ce1/JPC)