Bahas Poros Ketiga, Utusan SBY Temui Presiden PKS

Bahas Poros Ketiga, Utusan SBY Temui Presiden PKS

Utusan itu sengaja di kirim Ketua Umum Demokrat  guna membahas kemungkinan membentuk Poros Ketiga di pilpres 2019 mendatang.

Sohibul menuturkan, saat dirinya tengah mengadakan pertemuan dengan kader PKS di Jawa Tengah (Jateng) pekan lalu, dirinya mendapatkan telepon panggilan dari Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarif Hasan. Dalam perbincangan itu diketahui SBY ingin melakukan pertemuan langsung dengan dirinya.

Wakil Ketua Umum Syarief Hasan ditutus SBY untuk menemui Presiden PKS.
(RADAR MALANG ONLINE)

“Pak SBY ingin bertemu katanya begitu, saya jawab oke. Tapi saat itu katanya Pak SBY belum bisa. Nah ini kemudian direncanakan Senin, Selasa, atau Rabu kemarin. Nah hari Selasa kemarin Alhamdulillah Pak Syarif Hasan diutus oleh Pak SBY untuk ketemu saya di sini,” ungkap Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (20/4).


Dia mengatakan, pertemuan itu tidak hanya sekadar membicarakan permasalahan bangsa saja. Lebih dari itu, anak buah SBY tersebut ingin mengajak PKS untuk membentuk poros ketiga.

Utusan itu pun kata Sohibul, dirinya pun menyebut seluruh pembicaraan itu akan disampaikan langsung kepada SBY untuk ditanggapi lebih lanjut.

“Pak Syarif mengatakan semua pembicaraan disampaikan ke Pak SBY katanya akan difollow up. Nanti baru pak SBY ketemu saya,” tuturnya.

Kendati demikian, Sohibul pun menyambut baik usulan yang disebut akan membentuk poros ketiga. Alasannya, apabila perhelatan lima tahunan itu hanya menampilkan dua kandidat saja, dirinya khawatir akan terjadinya segresi sosial dari masing-masing kubu.

Sehingga untuk mewujudkan hal itu, dirinya merasa usulan dari Syaief soal Poros Ketiaga dinilainya akan meminimalisir kekhawatiran itu. 

“Karena itu gagasan untuk memunculkan poros ketiga saya kira bagus. kekhawatiran itu tidak terjadi disampaikan oleh pak Syarif hasan,” ungkapnya.

Namun, meski mendapatkan usulan membentuk poros ketiga, Sohibul mengaku masih membuka berbagai peluang dari berbagai pilihan itu. Tapi, dirinya berdalih masih akan konsisten dengan Prabowo.

“Oh iya. kalau tidak konsisten semalem tidak ada pertemuan,” pungkasnya.


(sat/JPC)