Bahas Pariwisata di Depan 3 Kepala Daerah Malang Raya, Direktur Jawa Pos Radar Malang: Media adalah Jendelanya

KOTA MALANG – Malang Raya kaya potensi di sektor pariwisata. Namun geliatnya tak akan maksimal jika tak ada media yang mengekspos potensi tersebut. Hal ini disampaikan Direktur Jawa Pos Radar Malang, Kurniawan Muhammad dalam Brawijaya Tourism Forum hari ini (12/9) di aula Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Universitas Brawijaya (UB).

“Di sektor pariwisata, media massa harus bisa jadi cermin, di Malang ini jendelanya ya media. Sangat penting mengeksplor dan membuat mind mapping potensi wisata di Malang dan itu tugas kami sebagai wartawan,” katanya.

Kum sapaan akrab Kurniawan Muhammad mencontohkan, project ekspedisi jelajah 1000 pantai yang pernah dilakukan tim Jawa Pos Radar Malang. Saat itu para jurnalis blusukan di sejumlah pantai kabupaten yang belum terekspos.

“Sebelumnya orang mengenal Pantai Balekambang, Ngliyep, dan Sendang Biru saja. Tahun 2013 kami nekat ekspedisi. Dan kalau Anda mengenal pantai 3 warna, Lenggoksono, ya itu dari kami yang ekspos,” lanjutnya.

Sama halnya dengan potensi Gunung Panderman di Kota Batu. ‘Umrohnya’ atau latihannya pendaki adalah ke Gunung Panderman. Ini menurutnya menjadi magnet untuk mengembangkan pariwisata di Kota Batu di sektor yang lain.



“Pun dengan Kota, banyak homestay, kulinernya luar biasa banyak yang harus diekspos. Saya kira ini harus terintegrasi. Orang yang mau ke Bromo pun kebanyakan masih menginap di kota karena minimnya penginapan di sana,” tambahnya.

Pria berkacatamata ini menambahkan, ketiga daerah ini ketika terintegrasi, dapat membuat wisatawan lebih lama. Tak sekadar melihat sunrise kemudian pulang. Namun bisa lebih dari seminggu atau bahkan 9 hari.

“Karena kita tahu, Malang ini luar biasa indah dan lengkap. Gunungnya, pantainya, SDM-nya. Saya kira ketika menciptakan Malang ini Tuhan itu sedang tersenyum,” tutupnya.

Dekan FIA UB, Prof Dr Bambang Supriyoni MS pun sependapat. Bahwa potensi Malang Raya sangat beragam. Harus ada sinergitas diantara 3 kepala daerah. Terutama kebijakan di sektor pariwisata yang bisa membuat wisatawan mengunjungi ke 3 wilayah.

“Nggak bisa kalau sendiri-sendiri. Tiga kepala daerah harus terintegrasi. Agar orang tahunya bukan oh Batu, oh Malang Selatan, oh Kota saja. Tapi mereka tahunya Malang Raya,” ujarnya.

Sebelumnya dalam diskusi hari ini, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko telah mengupas rencana pembangunan cable car dan wisata berbasis agro-bisnis. “Cable car ini kami sudah ada investornya. Termasuk wisata berbasis agro kita akan melibatkan masyarakat Batu,” ujar wanita yang akrab disapa Bude itu.

Pun demikian Plt Bupati Malang, Sanusi juga membahas potenai wisata dan hutannya yang memiliki luas kurang lebih 120 hektar. “Kami juga punya kawasan KEK Singosari yang nantinya pasti mempengaruhi seluruh pertumbuhan wilayah Malang,” bebernya.

Sementara Wali Kota Malang Sutiaji, sebelumnya memaparkan rencananya membuat Taman Krida Budaya sebagai sentra kuliner di Malang Raya. “Kami juga ada Kayutangan loh, kawasan Herritage yang menjadi ibu kota Malang Raya,” jelasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Laoh Mahfud
Penyunting: Fia