Bagaimana Ya Rasanya Menikmati Pentas Kentrung dan Musik Kontemporer ?

MALANG KOTA – Laksamana’17, UKM Blero tengah disibukkan dengan segala pesiapan untuk pementasan 7 April mendatang. Mulai dari latihan rutin yang lebih padat sampai pembuatan properti.
Salah satu Unit Kesenian Mahasiswa Universitas Negeri Malang ini akan menghadirkan tiga pagelaran sekaligus. Kentrung, musik kontemporer dan operat dengan satu kolaborasi yang sudah dikonsep secara matang.
Untuk operat akan menampilkan cerita fiktif perang antarsuku dengan sisi pesan pengorbanan sedangkan kentrung membawakan cerita Kudanarawangsa atau Inukertapati dan Candra Kirana. Seperti banyak nilai adat Jawa, dari perebutan kekeuasaan sampai juga pengorbanan.

“Selama satu bulan persiapan teman-teman sudah 80 persen ya latian makin rutin, pulang malam, bikin dekorasi sendiri kan semua kita persiapkan sendiri tanpa EO. Jadi bener-bener mandiri dan tanggungjawab kebersamaannya ada,” ujar Zaka Kharis Mursydan, ketua umum Blero.

Salah satu agenda latihan (1/4) terlihat suasana begitu akrab dan solid. Serius tapi santai, ada juga yang dibumbuhi kesan canda tawa untuk menghilangkan rasa letih. Nantinya, di awal acara akan ada musik pembuka dengan iringan musik kontemporer, dilanjutkam dengan kentrung sampai kemudian operat.
Ke-43 pemain alias angkatan baru ke’17 UKM Seni Blero kompak bertekad untuk menampilkan se-maksimal acara yang akan digelar di lapangan A2, Universitas Negeri Malang pada 7 April mendatang.

Pewarta: Feni Yusnia
Penyunting: Kholid Amrullah
Fotografer: Feni Yusnia