Bagaimana Nasib Kami yang Tua?

Bagaimana Nasib Kami yang Tua?

Bahkan, Honorer K2 menyatakan makin jengah karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy malah memikirkan 739 guru honorer.

“Pak Menteri, tolong jangan hanya pikirkan 739 ribu. Prioritaskan yang 439 ribu dulu,” kata Koordinator Wilayah (Korwil) Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Aceh Taufik Yahya, Rabu (25/6).

Para honorer yang hidup dengan upah di bawah standar, rela menghabiskan masa hidupnya untuk mengabdi.
(RADAR MALANG ONLINE)

Taufik menyebutkan, sebanyak 439 ribu honorer K2 membutuhkan pengakuan status dari pemerintah. Pasalnya, dari jumlah itu, mayoritas sudah berusia di atas 35 tahun.

“Kalau cuma usia 35 tahun ke bawah yang diangkat. Bagaimana dengan kami yang tua? Kami menua dengan pengabdian, bukan ujug-ujug masuk daftar K2 di usia tua,” tutur Taufik.



Sementara itu, Ketum FHK2I Titi Purwaningsih mengimbau menteri Muhadjir untuk segera mengangkat guru honorer K2 menjadi CPNS.

“Jumlah kami enggak 439 ribu lagi karena habis dimakan usia dan sakit. Sedih rasanya melihat kawan-kawan kami banyak yang meninggal dalam penantian status CPNS,” tutur Titi.


(jpg/JPC)