Bagaimana Cara Rendra Kresna Memotivasi Pejabatnya Yang Menempuh S3?

Dr Rendra Kresna (tengah) didampingi istrinya Jajuk Sulistyowati merayakan ultah ke-56 secara sederhana di Unmer kemarin (22/3).

MALANG KOTA – Tak banyak kepala daerah yang mentargetkan agar stafnya berlomba-lomba meraih gelar doctor. Bupati Malang, Dr Drs Rendra Kresna termasuk yang tak banyak itu. Selama menjabat dua periode, sudah ada sedikitnya 20an pejabat di lingkungan Pemkab Malang yang berhasil meraih gelar doctor. Doktor yang ditempuh melalui proses bertahun-tahun. Bukan yang instan.

“Saya ingin, pejabat setingkat eselon II di Pemkab Malang harus doctor. Setidaknya, ini akan berdampak pada cara berpikirnya, cara mengambil keputusan, sehingga berdampak pada kemajuan instansi yang dia pimpin,” kata Rendra di kampus Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

Rendra berada di Unmer untuk menghadiri sidang terbuka promosi doktor ilmu sosial Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang
Ir Wahyu Hidayat MM di Universitas Merdeka (Unmer) Malang kemarin (22/3).

Kebetulan Rendra juga menjadi salah satu penyanggah eksternal dalam ujian terbuka itu.

Wahyu adalah mahasiswa program doctor Ilmu Sosial di Unmer tahun 2012. Saat itu dia satu angkatan dengan Rendra. Tapi, Rendra berhasil lulus lebih dulu pada 2015 dengan predikat cumlaude.

“Sekarang ini tuntutan zaman berubah. Gelar S1 sekarang, kalau jaman saya dulu seperti lulusan SMA. Makanya, kita jangan puas kalau hanya lulusan S1,” ujar Rendra ditemui usai sidang terbuka kemarin.

Ada yang menarik di forum sidang terbuka kemarin. Saat itu, Rektor Unmer Prof Dr Anwar Sanusi sempat menyindir beberapa pejabat pemkab Malang yang satu angkatan dengan Wahyu, tapi tak kunjung lulus. Kebetulan, yang disindir juga hadir di sidang terbuka itu.

Menanggapi hal itu, Rendra sempat nyeletuk, “Kalau sampai tahun depan nggak lulus, saya pindah jadi staf ahli saja. Biar lebih fokus menyelesaikan doktornya,” lanjut Rendra.

Pewarta: Hafis Iqbal
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Hafis Iqbal