Badung Pastikan Tak Ada Penjualan Paket Hiburan Nyepi

Badung Pastikan Tak Ada Penjualan Paket Hiburan Nyepi

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Badung, I Made Badra, Selasa (6/3). Meski Badung merupakan Kabupaten yang bertumpu pada pariwisata, pihaknya bersikap tegas. “Kami sudah konfirmasi ke pengelola pariwisata. Dipastikan tidak ada yang menjual paket seperti itu saat Nyepi. Kita hormati kekhusukan Hari Raya Nyepi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Badra menyampaikan, saat Nyepi nanti, para wisatawan dilarang keluar hotel atau penginapan. Bandara Ngurah rai juga ditutup selama 24 jam. Demikian pula untuk lampu atau alat penerangan lainnya, tidak diizinkan dipergunakan. “Untuk lampu, di halaman hotel tidak diizinkan. Tapi penggunaan di dalam kamar, asalkan tidak mencolok dipertimbangkan, khususnya bagi tamu yang sakit atau punya anak kecil,” terangnya.

Di samping itu, pejabat asal Kuta itu menerangkan, jika ada wisatawan yang harus dilarikan ke rumah sakit, pihak hotel bisa berkoordinasi dengan desa adat setempat melalui pecalang. Termasuk juga sudah ada fasilitas ambulans Krama Badung Sehat (KBS) di setiap desa. “Nanti berkoordinasi dengan pecalang, sehingga bisa ke rumah sakit,” jelasnya.

Badra pun mengajak para pengelola pariwisata dan wisatawan agar menghormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi, tahun baru saka 1940 ini. Dengan demikian, situasi benar-benar hening dan perayaan berjalan lancar. “Mari sama-sama kita hormati pelaksanaan Hari Raya Nyepi ini, sehingga Bali senantiasa aman dan damai,” ajaknya.

Disinggung mengenai jumlah wisatawan mancanagera (wisman) pada periode Januari-Februari 2018, Badra menglaim ada peningkatan. “Ada peningkatan. Saat ini rata-rata ada 15 ribu kedatangan wisman perhari. Jadi kami optimistis target 7 juta wisman pada tahun 2018 tercapai,” tegasnya. 



(bx/adi/yes/JPR)