Ayo, Buru Champions Asia

*Pelatih Arema Tak Mau Alasan Apa pun di Tanah Serui

MALANG KOTA – Arema FC masih tercecer di posisi tujuh klasemen sementara Liga 1 dengan 41 poin. Selisih dengan pemuncak klasemen Bhayangkara FC yang memiliki 53 poin adalah 12 poin. Dengan sisa delapan laga, nyaris mustahil bagi Arema FC meraih juara Liga 1 di akhir kompetisi.
Harapan yang masih tersisa adalah menempati posisi atas di klasemen akhir. Jika tim ini minimal berada di posisi tiga besar, Arema berhak meraih tiket berlaga di Champions Asia 2018. Jika berada di posisi tengah, tentu hal tersebut merupakan raihan yang tidak berdampak apa-apa bagi Arema FC.
Perjuangan untuk meraih satu tempat di Champions Asia tersebut harus dimulai hari ini (29/9) saat melawan Perseru Serui di Stadion Marora, Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Setidaknya, ada dua hal yang harus dijadikan cambuk bagi Arema FC untuk bisa meraih kemenangan.
Pertama, tim ini baru meraih hasil imbang saat menjamu Persija Jakarta (24/9) di Stadion Kanjuruhan. Kedua, saat menjamu Perseru di putaran pertama Liga 1, Arema FC hanya bermain imbang 1-1 di kandang sendiri. Singkat kata, laga hari ini (29/9) merupakan laga balas dendam bagi Arema FC.
Pelatih Arema FC Joko ”Gethuk” Susilo tidak ingin membuang kesempatan meraih tiga poin di laga ini. Apalagi, perjalanan yang nyaris seharian dilakukan dari Malang ke Serui. ”Banyak klub beralasan letak geografis yang jauh saat lawan Perseru. Selain itu, pemain tidak lengkap jadi alasan, apa pun jadi alasan. Namun, bagi Arema tidak ada alasan untuk itu,” kata dia.
Selama ini melawan Perseru memang kerap dikeluhkan, lantaran panjangnya perjalanan yang harus ditempuh, yaitu sekitar 3.323 kilometer. ”Jauh-jauh hari kami sudah tahu bahwa Perseru adalah bagian dari kompetisi kami. Jadi, sudah kami siapkan untuk melakoni pertandingan tandang ini,” jelas pelatih dengan lisensi A AFC tersebut.
Meski sulit, bukan berarti Perseru tidak bisa dikalahkan di kandang. Dari 13 laga kandang, tim ini menang lima kali, kalah lima kali, dan tiga kali seri. Sedangkan saat Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, Arema FC kalah 0-1 di kandang Perseru.
Tantangan lain Arema FC adalah pemain tim ini tidak diperkuat empat pemain pilar mereka, yakni Cristian Gonzales, Esteban Vizcarra, Ahmad Bustomi, dan Syaiful Indra Cahya. ”Pemain kami ada 26 orang, kalau yang lain tidak bisa main, maka yang pemain lain harus bisa menggantikan posisi itu. Kami yakin mereka bisa mengisi posisi yang ditinggalkan pemain lain,” jelas pelatih asal Cepu itu.
Soal mengatasi Perseru, dia pun sudah memegang kuncinya. ”Taktik dan strategi pun sudah saya siapkan. Tapi, saya tidak akan menyampaikannya,” kata pelatih berusia 47 tahun itu. Gethuk memang sudah tidak asing dengan gaya bermain Perseru. Sebab, saat ini, tim tersebut dilatih teman lamanya saat masih menjadi pemain di Arema era Galatama dulu. ”Coach Agus Yuwono (pelatih Perseru). Dia itu teman saya dan tahu kualitasnya, banyak taktik serta strategi. Ini yang kami antisipasi untuk pertandingan besok (hari ini),” terang Gethuk.
Agus Yuwono sendiri mempunyai motivasi yang besar pada pertandingan hari ini. Dia ingin mengganti dua kegagalan di pertandingan sebelumnya. Perseru kalah 0-1 dari Persija Jakarta (19/9) dan kalah 0-2 dari Bali United (25/9). ”Setelah kami keluar kandang dua kali dengan hasil itu, saya rasa kami ada perkembangan. Apalagi ini bermain di kandang sendiri, kami optimistis bisa menang,” kata Agus.
Menurut dia, yang menjadi faktor kekalahan dua pertandingan terakhir adalah kurangnya konsentrasi pemain dalam bertahan. ”Itu sudah kami perbaiki, begitu pula soal finishing sudah kami siapkan untuk melawan Arema,” jelas dia.
Meski tampil percaya diri, dia berharap, pemainnya tidak jemawa. Sebab, Agus melanjutkan, Arema adalah tim berpengalaman. ”Meski mereka tidak diperkuat beberapa kali oleh pemain inti, pemain pengganti mereka tetap mempunyai kualitas yang sama. Saya tidak melihat mereka per individu, tapi kolektivitas bermain mereka yang bagus,” pungkasnya. (adk/c2/riq)