Ayo, Bikin Pesut Etam Terbenam!

MALANG KOTA – Arema FC menghadapi salah satu fase terburuknya musim ini. Dua kekalahan beruntun melawan Persipura Jayapura (16/7) dan Semen Padang (21/7) telah menutup peluang mereka untuk menembus papan atas di penghujung putaran pertama Liga 1. Juan Pablo Pino Puello dan kawan-kawan tentu tak ingin tren negatif itu berlanjut saat menghadapi Borneo FC di Stadion Kanjuruhan malam ini (30/7).

Di atas kertas, Arema FC seharusnya bisa mengatasi Borneo FC. Tim asal Samarinda, Kalimantan Timur, itu tak sekuat dua lawan Arema FC sebelumnya, Persipura dan Semen Padang.

Bila melihat posisi kedua tim di klasemen, Arema FC lebih baik ketimbang Borneo FC. Arema FC saat ini menduduki peringkat enam, sementara Borneo FC peringkat sebelas.

Selain itu, ada tren unik yang terjadi pada Borneo FC dalam sembilan laga terakhir mereka di Liga 1. Yakni, Borneo FC selalu menelan kekalahan setelah meraih kemenangan pada laga sebelumnya.

Nah, sebelum pertandingan melawan Arema FC, Pesut Etam–julukan Borneo FC– menang 2-0 melawan Perseru Serui di Stadion Segiri Samarinda, 22 Juli. Bila tren unik itu berlanjut, Pesut Etam seharusnya kalah dan makin terbenam hari ini?



Pelatih Arema FC Aji Santoso menyatakan, timnya tak ingin membuang peluang menang lawan Borneo FC. ”Ini pertandingan terakhir putaran pertama. Saya beri motivasi kepada anak-anak untuk bisa menampilkan yang terbaik. Harus bisa menang,” ujarnya.

Hanya kemenangan yang bisa menjaga peluang Arema FC dalam perburuan juara Liga 1 musim ini. ”Kalau hasil 3 poin itu akan memperpendek jarak dengan pemuncak klasemen,” kata pelatih kelahiran Kepanjen ini.

Seperti diketahui, Arema FC sudah tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen sementara Liga 1, Madura United. Tim asal Pulau Garam itu mengumpulkan 32 poin dari 17 pertandingan.

Untuk pertandingan lawan Borneo FC, Aji berharap, pada performa Juan Pablo Pino Puello. Seperti diketahui, pemain berkebangsaan Kolombia itu mulai terlihat menyatu dengan tim saat menghadapi Semen Padang.

”Kita lihat saja nanti. Berapa menit dia akan main, saya tidak tahu. Yang pasti, dia mengalami peningkatan yang signifikan saat bermain melawan Semen Padang lalu,” ungkap dia.

Sementara itu, gelandang Arema FC Hanif Sjahbandi meminta rekan-rekan setimnya untuk tidak meremehkan Borneo FC. Meski Arema FC pernah punya memori manis saat menang 5-1 melawan Borneo FC pada Final Piala Presiden di Stadion Pakansari Bogor, 5 Maret lalu. ”Mereka sudah banyak berbenah. Kami tidak boleh menganggap mereka lawan yang enteng,” kata Hanif.

Terpisah, pelatih Borneo FC Ricky Nelson menyatakan, timnya mengusung misi revans (balas dendam) pada laga lawan Arema FC. ”Tim di turnamen lalu dan saat ini juga berbeda. Saya tahu saat ini Arema sudah berbeda, kami juga berbeda. Kalau ada yang bilang ini adalah balas dendam, semoga saja itu terjadi,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan Abdul Aziz, pemain Borneo FC. ”Arema punya nama besar. Tapi, kami tidak takut,” ujar dia. Aziz menyatakan, para pemain Borneo FC punya motivasi besar pada laga kali ini. ”Kami tidak pernah menang saat laga tandang. Tapi, kami ingin menang di sini (Stadion Kanjuruhan),” tegas dia.

Pewarta: Aris Dwi
Penyunting: Indra Mufarendra
Copy Editor: Dwi Lindawati
Foto: Doli Siregar