Awasi Home Industry yang Asal Produksi

MALANG KOTA – Kematian lima pekerja di industri keripik tempe sekaligus lem di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang makin waspada. Setidaknya, pemkot akan memperketat pengawasan home industry. Perizinannya juga bakal lebih selektif lagi.

”Ke depan, OPD (organisasi perangkat daerah) terkait harus mengawasi serta sosialisasi keamanan kerja. Itu diperlukan untuk pencegahan kecelakaan kerja seperti kemarin (meninggalnya lima pekerja pada Rabu, 4/10),” ujar Sekretaris Daerah Kota (Sekkota) Malang Wasto kemarin (6/10).

Seperti diberitakan, Rabu lalu terjadi kebakaran di industri keripik tempe yang juga tempat produksi lem di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.30–15.00 itu menewaskan lima pekerja dan dua korban lainnya mengalami luka bakar. Kelima korban tewas itu antara lain Sarmini, 49; Anifatul Sarah, 22; Suningsih, 40; Sri Ismawati, 21; dan Suwarno alias Ableh, 38.

Kelimanya tewas karena terjebak di dalam ruang produksi seluas 24 x 12 meter saat api membesar.
Sedangkan dua karyawan yang menderita luka bakar adalah Wahyudi, 34; dan Taufiq, 38. Keduanya berhasil keluar dari ruangan sebelum api membesar. Meski begitu, kaki keduanya terkena jilatan api hingga melepuh.

Meski sudah berkomitmen akan memperketat pengawasannya, Wasto berjanji dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan beberapa OPD di lingkungan Pemkot Malang. Di antaranya, Dinas Perindustrian (Disperin) Kota Malang, Dinas Perdagangan (Disperindag) Kota Malang, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang.



Pihaknya membutuhkan solusi lain untuk mengantisipasi agar kebakaran serupa tidak terulang lagi. ”Kami perlu mencari solusi agar industri kecil memiliki keamanan untuk pekerjanya,” kata pejabat eselon II-a Pemkot Malang itu.

Ditanya terkait perizinan industri keripik tempe dan lem, Wasto belum mengetahuinya. Pihaknya belum menerima laporan status perizinan industri yang menewaskan lima pekerjanya itu. Namun, Wasto akan menanyakan ke beberapa OPD.

”Nanti akan diketahui (status perizinan) saat rapat bersama OPD,” kata mantan kepala Dinas Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang ini.

Sementara itu, Sekretaris Barenlitbang Kota Malang Diah A. Kusumadewi mengaku sudah mendapat perintah dari Wasto terkait perlunya menggelar koordinasi dengan beberapa OPD. Rencananya, koordinasi itu dilakukan minggu depan.

”Kami bakal rapat evaluasi. Nanti akan ketemu beberapa rekomendasi,” kata Diah.

Dia menegaskan, setiap industri harus memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) serta sertifikat layak fungsi (SLF), sehingga dipastikan aman bagi pekerjanya. ”Kalau sudah memiliki izin itu, penunjang keselamatan bangunan sudah aman,” pungkasnya.

Pewarta: Aris Syaiful
Penyunting: Mahmudan
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Bayu Eka