Awas Macet! Besok Mahasiswa Kota Malang “Ngampus’ di Depan DPRD Kota Malang

KOTA MALANG – Sejumlah pamflet seruan aksi mengatasnamakan beberapa perguruan tinggi di Kota Malang menyebar di jagat maya. Seluruh pamflet itu berisi ajakan kepada mahasiswa agar pindah ‘ngampus’ ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang, Senin (23/9).

Berdasarkan penelusuran radarmalang.id, mayoritas seruan itu mengajak mahasiswa untuk ‘menolak demokrasi yang dikorupsi’. Mereka yang ikut turun aksi diimbau untuk tidak memakai almamater dan mengenakan baju warna hitam.

“Kami sudah tidak tahan melihat kondisi negara yang berada di ambang kehancuran. Dengan sejumlah undang-undang yang aneh. Sebut saja RUU KPK dan KUHP yang tidak waras!,” ujar MK, mahasiswa salah satu universitas negeri di Kota Malang yang besok akan turun aksi.

Aksi yang akan dilakukan mulai pukul 09.00 WIB ini, juga mengajak mahasiswa untuk membawa peluit sebagai simbol peringatan. Filosofinya, para demonstran nanti diibaratkan seorang wasit yang sedang bertindak terhadap ‘permainan’ negara.

“Peluit itu kalau di sepak bola ibaratnya kita ini wasit. Ketika pluit bunyi kan itu tanda peringatan, ntah itu ada pelanggaran, atau tanda permainan sudah selesai. Kita akan terus melawan reformasi yang pincang ini!,” tegas mahasiswa berusia 22 tahun itu.

Aksi ini diduga dimotori oleh sejumlah aktivis kampus. Beberapa pihak kampus mengaku tidak tahu menahu mengenai info ‘pindah ngampus’ ini. Kepala Bagian Humas Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Masrurotul Ajiza, S.Pd., M.Pd misalnya. Ia mengaku tidak ada mahasiswanya yang izin ke kampus untuk menggelar aksi tersebut.

“Tidak (izin mereka). Kepada selurus civitas akademika ITN Malang, Senin 23 September 2019 kegiatan kampus berlangsung seperti biasa. Tetap semangat belajar untuk meraih prestasi,” jelasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia