Awas! Ketahuan Curang Main PUBG Bisa Kena Banned Sampai 10 Tahun

MALANG – Kecurangan dalam video game bukanlah sesuatu yang baru. Apalagi saat game battle royale datang, insiden kecurangan bisa meningkat dengan cepat. Tidak mengherankan jika banyak pemain yang menghalalkan segala cara untuk bisa bertahan sampai akhir battle dan tak banyak pula yang bisa dilakukan oleh pengembang game. Semakin pengembang game mencoba mencegah kecurangan, semakin banyak pula pemain yang kreatif dalam menjalankan aksinya. Hal yang sama terjadi pada PUBG Mobile.

Melansir pemberitaan Player, Kamis (11/7), PUBG Mobile pertama kali dirilis melalui PC untuk versi Windows game. Setelahnya, PUBG dan Tencent Games sepakat untuk meluncurkan dua versi mobile di China, yaitu PUBG: Exhilarating Battlefield dan PUBG: Army Attack. PUBG: Battlefield berfungsi sebagai versi singkat dari game asli, sementara PUBG: Army Attack memperkenalkan lebih banyak elemen gaya arcade. PUBG: Exhilarating Battlefield pada awalnya diluncurkan di Kanada dan diberi judul PUBG Mobile. Game ini kemudian dirilis di seluruh dunia pada Maret 2018. Meskipun begitu, game PUBG Mobile belum dengan bebas bisa dimainkan. Banyak negara yang menentang peluncuran game ini, termasuk di India, Nepal, dan Cina.

Sejak dirilisnya game PUBG Mobile tahun lalu, banyak kecurangan yang terjadi. Menurut data Tim Operasi PUBG Mobile, kecurangan semakin meningkat sejak Bulan Juli tahun lalu. Jumlah pelaku kecurangan pun tidak bisa dianggap sepele. Dari 25 Juni hingga 1 Juli tahun ini saja, sudah tercatat 145 ID yang ditindaklanjuti. Selain itu, kecurangan yang dilakukanpun beragam, seperti penargetan otomatis, akselerasi, pengurangan mundur, dan metode lain apa pun yang memodifikasi permainan atau datanya.

Tim Operasi PUBG Mobile selalu menanggapi masalah kecurangan tersebut dengan serius. Hal ini dilakukan untuk selalu menjaga lingkungan permainan agar adil dan menyenangkan bagi semua pemain. Tim Operasi juga tidak segan menegakkan disiplin yang ketat bagi ID yang sudah dikonfirmasi sebagai penipu. Tidak hanya menerbitkan ID mereka, Tim Operasi juga mencabut hak bermainnya selama 10 tahun.

Penulis : Risma Kurniawati
Foto : Istimewa
Penyunting: Fia