Awas, Kampanye Berbungkus Reses!

MALANG KOTA- Masa reses anggota DPRD Kota Malang dalam pantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebab, ada potensi anggota dewan yang sedang nyaleg lagi memanfaatkan program reses mulai 9 April mendatang untuk berkampanye. Ini dianggap sebuah pelanggaran.

Potensi kampanye berbungkus reses itu cukup besar. Karena reses merupakan program lembaga dewan yang bisa bertemu langsung dengan masyarakat pemilihnya.

Ketua Bawaslu Kota Malang Alim Mustofa menyampaikan, pihaknya akan menerjunkan panwascam, kelurahan, dan pengawas tempat pemungutan suara (TPS). Karena masa reses tersebut rawan digunakan untuk kampanye anggota parlemen yang menjadi caleg. Perlu diketahui, jumlah pengawas TPS saja mencapai 2.343 orang. ”Semua pengawas kami instruksikan untuk turun,” kata mantan komisioner KPU Kota Malang ini.

Menurut dia, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penyalahgunaan kegiatan reses yang didanai negara itu. Karena kegiatan ini rawan digunakan sebagai ajang kampanye pencalonan di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg). ”Kalau ada yang terbukti melanggar, kami akan tindak sesuai dengan aturan yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang Bambang Heri Susanto menyatakan, pihaknya sudah meminta kepada semua anggota parlemen agar tidak menyalahgunakan reses. Yaitu mulai di tingkat fraksi, komisi, hingga anggota biasa. ”Saya sudah menyampaikan, reses nggak boleh ada unsur kampanye,” kata politikus PDIP ini.



Menurut dia, reses fokusnya hanya menyampaikan capaian kinerja parlemen. Selain itu, lebih fokus menampung aspirasi warga. ”Saya juga minta agar kegiatan ini difokuskan pada penyerapan aspirasi dan capaian kami,” ucap anggota parlemen dari Dapil Blimbing ini.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief. Menurut dia, reses tidak diperbolehkan digunakan untuk kampanye. ”Nanti bisa kena semprit panwas, kan dilarang kampanye,” imbuh pria yang juga wakil ketua Fraksi PAN ini.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Gerindra M Ula. Menurut dia, antara caleg dan anggota parlemen punya tugas berbeda. Sehingga, masa reses tidak bisa digunakan untuk kampanye. ”Domainnya beda. Nggak bisa untuk tempat kampanye, karena reses itu tugas dari dewan. Kalau kampanye itu caleg,” ungkap politikus Gerindra ini.

Pewarta               : Imam Nasrodin
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib