Awas! Jangan Dekat-dekat Vapers Kalau Nggak Mau Kena Penyakit Jantung

Hisap Vape Dorong Remaja Merokok?

KOTA MALANG – Rokok elektrik atau yang populer disebut vape kini tengah digandrungi anak muda. Rokok elektrik diklaim memiliki resiko penyakit lebih kecil ketimbang rokok konvensional. Namun bukan berarti vape zero harm karena sebutan yang lebih tepat adalah less harm..

Dalam kajian Mengungkap Fakta Seputar Rokok Elektronik yang digelar Perhimpunan Doker Paru Indonesia di Jakarta Selasa (14/5) lalu, vape disebu memiliki resiko merusak, tak hanya bagi pengguna, namun juga lingkungan sekitar. Asap yang pekat dan beraroma tajam yang keluar dari vape, memberikan efek bahaya terutama bagi anak-anak, ibu hamil dan penderita penyakit kardiovaskular.

“Rokok elektrik bukan alat yang sifatnya emission free. Artinya tetap mengeluarkan zat berbahaya bahkan residu toksik yang membahayakan bagi bukan pengguna yang terpapar,” urai dr Feni Fitriani Sp.P(K), Ketua Pokja Masalah Rokok Perhimpunan Dokter Paru Indonesia.

Feni menambahkan, rokok elektronik berpotensi menimbulkan gangguna pada sistem jantung dan pembuluh darah. Melalui asap pekat vape, keluar zat-zat berbahaya seperti nikotin, komponen organic mudah menguap (volatile), karbonil, dan materi partikulat 2.5U.

Mekanisme perusakan melalui efek partikulat 2.5U yang dikeluarkan rokok elektrik dimana jalur direct terdapat gangguan irama dan pompa jantung sehingga jalur indirect (penumpukan di jaringan paru) yang keduanya memicu oksidatif stress sehingga meningkatkan resiko thrombosis atau pembekuan darah.



“Rokok elektronik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan melalui paparan para secondhand maupun thirdhand smoker,” tegas dia.

Feni menuturkan berbagai studi menunjukkan efek buruk pada kesehatan terutama efek akut, meski jangka panjang masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

“Efek akut meliputi peningkatan denyut jantung, peningjkatan tekanan darah, oksidatif stress, ekrusakan fungsi pembuluh darah,” imbuh dia.

Penyunting: Fia
Foto: istimewa