Awas…!!! Di Jombang Ada Pasutri Korban Penipuan Umrah First Travel Sinergi Jawa Pos

JOMBANG – Korban penipuan umrah First Travel ternyata ada yang berasal dari Jombang. Ini setelah Parlan, 60, dan Rosidah, 55, warga Desa/Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang hanya bisa meratapi rasa kecewa lantaran gagal menunaikan ibadah umroh. Kemarin, mereka mendatangi kantor polisi untuk melapor.

”Ada dua warga melapor telah menjadi korban penipuan First Travel,” beber Kaposek Gudo AKP Yogas. Kejadian penipuan itu bermula dari keinginan keduanya yang ingin segera menunaikan ibadah umroh.

Dalam perjalanannya, pasangan suami istri ini tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan pihak Fisrt Travel. ”Harganya murah, cepat dan fasilitasnya terjamin,” bebernya.

Mendapati penawaran biro perjalanan umrah tersebut, akhir Desember 2015 lalu, keduanya memutuskan berangkat ke salah satu kantor cabang Fisrt Travel di Kabupaten Sidoarjo. Keduanya untuk mendaftar.



”Oleh pihak travel per-orang dikenakan Rp 14.300.000, sehingga untuk dua orang saat itu membayar sebanyak Rp 28.600.000,” bebernya.

Keduanya masuk daftar tunggu, sekitar awal 2017 sudah bisa berangkat. Sesuai jadwal, pada 26 Desember 2016, keduanya bergegas menuju lokasi pelatihan manasik haji. Tak hanya itu, saat itu juga keduanya langsung mendapat sejumlah fasilitas, berupa tas dan koper berikut nomor pemberangkatan.

 ”Setelah mengikuti manasik, dijanjikan 19 April 2017 berangkat,” terangnya.  Namun, bertepatan hari yang dijanjikan, tiba-tiba ada pemberitahuan yang diterimanya terkait pembatalan berangkat. ”Alasannya ada kendala teknis, sehingga harus diundur jadwal pemberangkatan,” tambahnya.

Belakangan, keduanya merasa mulai curiga ada yang tidak beres. Terlebih setelah pihak travel kembali menghubungi korban, untuk meminta tambahan uang dengan dalih carter pesawat. ”Juli ada permintaan uang lagi, masing-masing jamaah dikenakan Rp 2,5 juta,” bebernya.  

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian hampir Rp 30 juta. ”Sementara kita data dan fasilitasi korban, nanti kita koordinasikan dengan polres untuk dilaporkan ke Bareskrim Polri,” pungkas Yogas.

(jo/naz/bin/JPR)