Awas, Botoh di Pilwali Gentayangan

Tim Sukses Bentuk Tim Siluman Penangkal Serangan Fajar

MALANG KOTA – Ajang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Malang lusa (27 Juni), tak hanya untuk tiga pasangan calon (paslon) dan calon pemilihnya, tapi ini menjadi ajang persaingan para botoh (petaruh). Bahkan, dikabarkan sejak sebulan lalu, para botoh sudah gerilya di masyarakat untuk membaca peta kekuatan tiga paslon. Yakni, kekuatan pasangan Ya’qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan), Moch. Anton-Syamsul Mahmud (Asik), dan Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae).

Sumber tepercaya Jawa Pos Radar Malang menyebut, saat ini para botoh sudah gentayangan di Kota Malang. Mereka tinggal mengeksekusi saja pada saat H-1 besok (26/6) hingga beberapa jam menjelang coblosan. Biasanya, mereka sudah menyiapkan dana tunai untuk melakukan ”serangan fajar” kepada calon pemilih. Nominalnya beragam, bergantung kemampuan botohnya. ”Cara-cara klasik yang dilakukan botoh dengan memberi uang pada calon pemilih untuk mencoblos paslon tertentu masih efektif dilakukan,” ungkap sumber tersebut.

Namun, ada pola lain yang dilakukan para botoh besar. Biasanya, mereka sebelum bertaruh sudah ada komitmen dengan paslon. Komitmen itu bisa perjanjian untuk membantu mendulang raihan banyak suara di daerah tertentu. Atau ada pula komitmen antara botoh dengan paslon berupa janji pemberian proyek ketika paslon nanti terpilih. Para botoh ini bisa jadi telah memberi talangan dana kepada paslon.

Namun, namanya botoh, mereka punya strategi agar ketika calonnya menang atau kalah, tidak rugi. Caranya, meski telah ada komitmen dengan paslon tertentu, botoh ini justru saat bertaruh tidak mengunggulkan paslon tersebut. Dia mencari lawan taruhan yang bersedia mengunggulkan paslon tertentu. Misalkan saja, botoh A sudah ada komitmen dengan paslon X dan akan mendapatkan proyek senilai Rp 10 miliar. Proyek itu diberikan jika paslon X menang di pilwali. Sebelumnya botoh A biasanya sudah memberi pinjaman dana kepada paslon dengan kompensasi proyek tersebut.


Nah, agar paslon X bisa menang, botoh A justru mencari petaruh lain yang mengunggulkan paslon X. Nilai nominal taruhan selalu di bawah janji proyek yang dijanjikan tadi. Sementara botoh A justru memilih taruhan paslon X di posisi kalah.

Harapannya, petaruh yang jadi musuh botoh A tadi mau mengeluarkan banyak uang untuk diberikan pada calon pemilih agar paslon X menang. Jadi, botoh A meski kalah di taruhan, tapi tetap bisa mendapatkan proyek dari paslon X yang menang tadi.

”Pokoknya, namanya botoh itu, kalah menang nyirik (dapat untung),” imbuh sumber Jawa Pos Radar Malang.

Menghadapi fenomena bakal maraknya aksi para botoh, tim sukses dari tiga paslon ternyata sudah melakukan penangkal. Mereka menyadari, para botoh yang akan merusak suara pemilih nanti.

Tim sukses paslon Menawan, Hadi Susanto, menyatakan, tim pemenangan Nanda-Wanedi sudah jauh-jauh hari mengantisipasi mengalirnya ”duit panas” itu yang akan merusak perolehan suara.

”Selama ini petugas partai sudah sigap menjaga kawasan-kawasan pemenangan Menawan,” kata anggota DPRD Kota Malang Fraksi PDIP itu.

Pria asal Sukun tersebut optimistis, suara Menawan di Kecamatan Sukun akan bulat saat coblosan. Dia menyatakan, Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang menjadi dua wilayah paten suara Menawan.

”Nah, suara besar di dua kecamatan itu yang kami jaga betul. Meski masing-masing wilayah juga kami awasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Menawan sudah punya tim siluman yang memantau aksi botoh. Saat ini, pihaknya sudah memonitor masuknya botoh ke Pilwali Malang 2018. Namun, dia melanjutkan, Menawan masih terus menelusuri hingga hari H coblosan, 27 Juni.

”Sudah ada tim siluman, masing-masing kecamatan lima puluh orang,” kata pria kelahiran Madura tersebut.

Sementara juru bicara pasangan Asik, Arief Wahyudi, menyatakan, pihaknya sejak awal sudah meminta KPU Kota Malang dan Panwaslu Kota Malang mencermati permainan para botoh. Sebab, menurut dia, botoh sangat merugikan dan dapat merusak suara paslon.

”Kekhawatiran ini sudah kami minta ke KPU dan panwas agar waspada serta menjadi perhatian,” tegas politikus PKB tersebut.

Selain itu, dia juga menegaskan jika masing-masing petugas dari PKB, PKS, dan Gerindra bergerak menangkal botoh. Begitu juga pihaknya sejak awal menyiapkan koordinator setingkat anak ranting partai untuk mengawasi botoh di kawasan masing-masing.

”Sudah kami sampaikan kepada tim jika menemukan orang mencurigakan segera lapor tim pemenangan. Kami tindak lanjuti, jika ditemukan botoh, langsung kami lapor panwas dan kepolisian,” tegas mantan wakil DPRD Kota Malang itu.

Sementara paslon Sae saat ini sudah menemukan adanya botoh yang gentayangan. Hal itu disampaikan juru bicara Sae, M. Noor Wahyudi.

”Kami sudah mendeteksi sejumlah titik menjadi sasaran botoh. Kami sudah ada pengakuan saksi soal botoh yang meminta memilih salah satu paslon. Tapi maaf, antisipasi yang kami lakukan tidak perlu disampaikan,” pungkasnya.

Pewarta: Fajrus Shiddiq
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lindawati