Awal Petaka, Naik Motor sambil Online

Tangan kanan pengendara ini pegang setir, sementara tangan kirinya pegang ponsel.

MALANG KOTA – Anda barang kali sering melihat pemandangan ini di jalan: ada pengendara motor sambil menelpon. Bahkan, yang lebih ”gila” lagi, tangan kanan pegang setir, tangan kiri sibuk membalas pesan WA (WhatsApp) di ponsel (telepon seluler)-nya. Perilaku ini membuat konsentrasinya di atas motor terganggu.

Inilah biasanya yang menjadi awal petaka kecelakaan di jalan raya. Korbannya, bisa pengendara yang sedang ”online” itu, atau bisa juga orang lain.

Nah, sejak 5 Maret lalu, kepolisian sudah me-launching program Operasi Simpatik Keselamatan. Salah satu yang ditindak adalah pengemudi yang sedang online di jalan.

Pantauan koran ini kemarin (11/3), setidaknya ada tiga pengendara yang mengoperasikan ponsel saat mengemudikan sepeda motor di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen. Tampak tiga pengendara itu terus mengemudikan motornya dengan santai sambil memainkan ponselnya.

Kasatlantas Polres Malang Kota AKP Ady Nugroho melalui Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Iptu Luhur Santoso menegaskan, pihaknya terus melaksanakan operasi ini. Petugas langsung menindak pengendara yang menggunakan ponsel di jalan.

”Ini dilakukan untuk menekan angka kecelakaan,” tegas Luhur kemarin.

Menurut Luhur, pengoperasian ponsel saat mengendarai motor tidak bisa dibiarkan. Sebab, hal itu akan membahayakan pengguna jalan. Baik diri sendiri maupun orang lain.

Dalam operasi simpatik ini, Luhur mengaku, jika pihaknya menemukan pelanggaran seperti ini, yang pertama akan diberi peringatan dulu. Kenapa tidak ditilang? Mendapatkan pertanyaan ini, Luhur menjelaskan, prioritas petugas adalah memberikan imbauan terlebih dahulu kepada pengemudi kendaraan bermotor. Akan tetapi, tidak sekadar mendapatkan peringatan. Mereka juga diberikan surat peringatan untuk ditandatangani di kantor unit tilang di Jalan Dr Cipto.

Tak hanya itu, Luhur menyatakan, sampai kemarin sudah ada ratusan kendaraan yang ditindak. Untuk tilang, Luhur mengaku, pada operasi ini diberlakukan khusus kendaraan yang melanggar rambu-rambu. Sehingga, dapat menimbulkan potensi kecelakaan kendaraan.

Di sisi lain, Kanit Laka Iptu Sutadi menyatakan, selama 2017 lalu telah terjadi 316 kecelakaan di Kota Malang. Salah satu penyebabnya adalah kelalaian pengemudi yang kurang berkonsentrasi. ”Dari data ini, ada dua kebiasaan. Terburu-buru, dan kurang konsentrasi saat berkendara,” pungkasnya.

Pewarta: NR1
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Arief Rohman
Foto: Darmono