Audit BPK, Pemkab Target Opini WTP

KEPANJEN – Audit keuangan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur mulai dilakukan sejak kemarin (28/1). Di Kabupaten Malang, tim audit tersebut rencananya akan melakukan pemeriksaan selama 24 hari ke depan.

”Ini pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh BPK, yang diperiksa meliputi laporan keuangan termasuk penggunaannya sejauh mana,” kata Bupati Malang Drs H.M. Sanusi MM usai kegiatan. Pemeriksaan laporan tersebut, jelas dia, didasarkan pada asas efisiensi, efektivitas, serta akuntabilitas dan pemerataan anggaran.

”Hasil audit inilah yang nantinya akan menjadi acuan bagi Pemerintah Kabupaten Malang supaya dalam pengelolaan keuangan lebih berhati-hati lagi,” kata Sanusi. Politikus PKB itu juga mewanti-wanti agar para pimpinan OPD berhati-hati dalam menggunakan anggaran APBD.

”Harapan saya, jangan lagi ada temuan pelanggaran maupun penyalahgunaan anggaran seperti yang sudah-sudah,” tegas Sanusi.

Sementara itu, Wakil Penanggung Jawab Tim BPKP Jawa Timur  Arum Dati menuturkan bahwa audit yang digelar akan dilakukan di seluruh jajaran OPD di lingkungan Pemkab Malang. ”Mulai hari ini (kemarin), kami akan melakukan pemeriksaan. Output-nya nanti adalah laporan keuangan yang berupa opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atau wajar dengan pengecualian (WDP),” kata Arum.

Pemeriksaan keuangan yang dilakukan pun melingkupi beberapa sektor keuangan daerah seperti aset, kas, laporan belanja, dan laporan pendapatan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Didik Budi Muljono menargetkan agar pemkab bisa mempertahankan capaian rapor di tahun sebelumnya. ”Target kami sudah pasti opini wajar tanpa pengecualian,” kata Didik.

Senada dengan Sanusi, mantan inspektur daerah itu menekankan agar jajaran OPD menyerahkan laporan keuangan yang diminta BPKP dengan sejujur-jujurnya. ”Yang sudah menjadi temuan harus segera diselesaikan. Yang lain harus terus melakukan perbaikan dan pembinaan supaya tidak terulang lagi,” tukas Didik.

Pewarta : Farik Fajarwati
Penyunting : Dwi Lindawati
Penyunting : Aris Dwi Kuncoro