Atasi Masalah Pengangguran, Kadin Kota Batu Datangkan Trainer dari Jerman

KOTA BATU – Tahun lalu, jumlah pengangguran di Kota Batu tercatat sebanyak 3.500 orang. Angka pengangguran tersebut sebagian besar disumbang oleh lulusan SMK.

Ada beberapa hal yang membuat mengapa lulusan SMK ‘kurang laku’ di dunia kerja. Mulai dari tidak adanya kerjasama antara SMK dengan pelaku industri, hingga kurangnya jam terbang lulusan SMK.

Jam terbang itu, salah satunya berkaitan dengan masa praktek kerja lapangan (PKL). Hal itu terungkap dari Training of Trainer (ToT) yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batu di Lantai 3 Balai Kota Among Tani, Siang (23/9).

Andreas Gosche, pemateri dari Industrie-und Handelskammer (IHK) Trier melihat bahwa di Kota Batu, PKL hanya digelar selama 3-6 bulan saja. “Padahal di Jerman siswa SMK mendapatkan jatah PKL lebih dari 6 bulan,” ungkapnya.

Demi mewujudkan PKL dengan masa yang lebih panjang itu, pihak SMK memang harus menjalin kerjasama dengan pelaku industri.

ToT yang digelar Kadin hari ini juga menjadi bagian untuk menuju ke sana. “Kami melibatkan 22 pelatih dan guru dari tingkat SMK serta perwakilan pegiat industri di Malang Raya. Siapa tahu dengan adanya pelatihan seperti ini maka akan ada komunikasi lebih lanjut di antara SMK dan Pegiat Industri,” beber Andreas.

Pewarta : Choirul Anwar
Foto : Choirul Anwar
Editor : Indra M