Atasi Infeksi Klamidia Usai Hubungan Intim Dengan 8 Pengobatan Alami

JawaPos.com – Klamidia atau chlamydia adalah salah satu infeksi menular seksual yang disebabkan  bakteri Chlamydia trachomatis. Paling umum, seseorang tertular bakteri selama hubungan seksual. Tidak hanya perempuan, kaum pria pun beresiko terkena infeksi ini. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis seperti infertilitas dan penyakit radang panggul.

Dilansir dari Healthy Guide, Selasa (3/7), klamidia bisa saja menyebar melalui hubungan seksual dengan individu yang terinfeksi. Penyakit seksual ini paling sering terlihat pada remaja dan seseorang yang aktif secara seksual. Selain itu, infeksi ini dapat tertular dari ibu yang terinfeksi pada bayi yang baru lahirkan saat persalinan.

Beberapa gejala umum infeksi klamidia meliputi keputihan yang berlebihan, pendarahan usai berhubungan badan, demam, dan nyeri perut bagian bawah hingga efek panas di area organ intim. Namun jangan khawatir, infeksi tersebut saat ini dapat diobati dengan cara alami. Semua pengobatan rumahan ini sangat efektif dalam mengurangi gejala infeksi tanpa menyebabkan efek samping. Apa saja itu?

Air dapat membantu membersihkan tubuh dengan membuang limbah metabolisme, racun, dan zat berbahaya. Disarankan untuk minum setidaknya 12 gelas air setiap hari untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Anda dapat mencoba menambahkan ¼ sendok garam ke air untuk hasil yang lebih efektif.

Lemon dapat digunakan untuk mengobati klamidia karena kandungan vitamin C yang tinggi. Kita semua tahu bahwa vitamin C membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk menangani peradangan. Cukup tambahkan beberapa tetes lemon segar ke segelas air dan kemudian minum.

The hijau dikemas dengan antioksidan kuat yang membantu melindungi tubuh dari infeksi klamidia. Untuk mengobati klamidia, taruh beberapa daun teh hijau dalam secangkir air mendidih. Setelah sekitar 10 menit, saring. Kemudian, tambahkan 1 sendok madu mentah ke teh hijau dan meminumnya.

Lidah buaya dapat digunakan untuk memperbaiki tekstur rambut dan kulit. Ini mengandung sifat antijamur dan anti-inflamasi, yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, lidah buaya juga baik untuk penyembuhan dan detoksifikasi. Plus, itu juga dikemas dengan vitamin E, C dan B-kompleks. Cukup, aplikasikan gel lidah buaya segar di area yang terinfeksi.

Cuka sari apel dapat bekerja melawan peradangan dan penyakit berkat sifat anti-bakterinya. Jenis cuka ini telah ditemukan untuk mengobati klamidia dengan mengeluarkan kotoran yang menular dari vagina serta  mempertahankan keseimbangan normal di tubuh antara bakteri yang jahat dan baik. Untuk mengobati klamidia, Anda hanya perlu menambahkan cuka sari apel ke air mandi dan kemudian gunakan untuk mandi.

Ramuan ini mengandung senyawa berberin, yang membantu membunuh bakteri serta kuman lainnya, memberi energi sel darah putih, dan sekaligus meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menggunakan goldenseal dapat membantu membunuh bakteri dan mengurangi gejala klamidia. Salah satu pengobatan rumah terbaik untuk gatal-gatal klamidia.

Caranya campurkan goldenseal, bubuk kenari dan Echinacea hingga halus. Kemudian, gunakan pasta ini pada area yang terkena. Biarkan selama beberapa menit sebelum mencucinya.

Makan alpukat bisa menjadi pengobatan yang efektif untuk klamidia. Ini karena alpukat dikemas dengan vitamin dan mineral penting, yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, alpukat juga mengandung glutathione, folat dan vitamin E, yang membantu menghambat infeksi. Plus, sifat anti-inflamasi dari alpukat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang terkait dengan klamidia.

Untuk mengobati infeksi klamidia pada pria, Anda harus mencoba menggunakan saw palmetto. Palmetto efektif dalam menyembuhkan infeksi dan mengeluarkan bakteri berbahaya dari tubuh Anda. Selain itu, ramuan ini juga mengandung sifat antiseptik, yang membantu mengobati banyak penyakit seksual dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menurut sebuah penelitian, ekstrak dan suplemen palmetto juga membantu keseimbangan hormonal.

(fid/JPC)