Atasi Anemia Sejak Dini, Dinkes Kota Malang Luncurkan Program Jumat Berkah

Ayo Kenalan Dengan Jumat Berkah, Program Tambah Darah Remaja Putri dari Dinkes Kota Malang

Kesehatan untuk semua umur, kesehatan untuk semua kalangan. Hal itu rupanya yang mendasari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang membuat program bertajuk Jumat Berkah. Setelah kemarin program pencegahan stunting yang difokuskan pada ibu, bayi dan balita, kini dinkes juga bakal fokus pada kesehatan remaja putri.

Menengok mandat dari Wali Kota Malang, Sutiaji yang menginginkan naiknya usia harapan hidup di Kota Malang. Dinkes pun langsung menanggapi dengan program Jumat Berkah. “Supaya usia harapan hidup menjadi meningkat tentunya kita menjaga semua lapisan usia mulai dari bayi dalam kandungan, remaja, hingga manula,” tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM.

Jumat Berkah sendiri adalah program yang mengharuskan remaja putri di Kota Malang mengkonsumsi tablet penambah darah setiap minggunya. “Program tambah darah untuk remaja ini dari realisasi program dari pemerintah pusat dan berfokus akan berfokus pada menjaga remaja putri dari kekurangan darah atau anemia,” papar Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Malang, Meifta Eti Winindar, SST MM.

“Teknisnya, untuk remaja putri setiap minggu satu kali secara rutin terus-menerus harus mengkonsumsi obat selama 1 tahun dan rutin,” pungkas Meifta.



Anemia ini rupanya berdampak bagi masa depan seorang wanita, dimana anemia jika dibiarkan, kemungkinan saat hamil akan melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu bayi yang lahir dengan berat badannya 2500 gram atau lebih rendah. “Dengan penanganan anemia sejak dini, ke depan angka kematian ibu melahirkan karena pendarahan jadi berkurang,” ungkap wanita berjilbab ini. Dinkes Kota Malang sendiri mencatat penyebab kematian ibu waktu melahirkan yang disumbang oleh pendarahan berjumlah hingga 50 persen.

Pewarta: Elfran Vido
Foto: Elfran Vido
Penyunting : Fia