Asyiknya Bule-Bule Belanda Menikmati Makan Malam Diringi Musik Angklung di ICDS 45 Hotel Tugu Malang

KOTA MALANG – Belasan wisatawan manca negara begitu menikmati makan malam di ruang Tirtagangga Room Hotel Tugu Malang, Minggu (15/9). Pasalnya, sembari menyantap makanan khas Indonesia, mereka juga dihibur dengan alunan musik tradisional Jawa Barat, yakni angklung dalam agenda budaya bulanan Hotel Tugu Malang, Indonesia’s Cultural Dining Series ke 45.

Nampak puluhan bule-bule asal Belanda ini menikmati alunan musik angklung yang dimainkan secara apik oleh Paguyuban Angklung Lawang.

Beberapa terlihat menganggukan kepala mengikuti irama nada angklung dari permainan tradisional tersebut.

Ada pula yang mengabadikan moment makan malam itu dengan smartphone mereka sembari menyantap sate dan nasi kuning dihadapannya.

Disetiap usai menyanyikan sebuah lagu lokal seperti Gambang Suling sampai lagu ‘Banyu Langit’ dari The God Father of Broken Heart, Didi Kempot, para tamu mancanegara tersebut bertepuk tangan.

Di gelaran ICDS ke-45nya ini, Public Relation Hotel Tugu Malang, Richard Wardana mengatakan, dengan mengusung tema “Alunan Angklung Nusantara”, Hotel Tugu Malang ingin memberikan pengalaman makan malam berbeda bagi wisatawan sekaligus memperkenalkan alat musik tradisional Indonesia.

“Ini kita ingin mengenalkan alat musik angklung ke mereka. Instrumen ini (Angklung) diakui sebagai Alat ‘Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia’ oleh UNESCO,” ujar Ochi, sapaan akrabnya.

Selain wisatawan asal Belanda tersebut, di acara ICDS ke-45 ini juga terlihat beberapa wisatawan lokal yang juga menikmati makan malam di ruang pertemuan yang menarik, elegan dan kuat akan nuansa campuran antara India, Arab, dan Cina itu.

Pewarta; Bob Bimanatara Leander
Foto: M Syahrur Riza
Penyunting: Fia