ASN Dilarang Foto Bareng Calon

ASN Dilarang Foto Bareng Calon

RADARSEMARANG.ID – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang keras foto bareng salah satu pasangan calon (paslon) yang bakal maju dalam Pilgub Jateng dan Pilkada di 7 daerah di Jateng. Tidak terkecuali Siti Atikoh yang saat ini tercatat sebagai ASN, tidak boleh foto bareng suaminya, Ganjar Pranowo. Sebab, foto bareng itu dianggap sebagai ketidaknetralan ASN.

Sekda Sri Puryono menjelaskan, ASN diminta benar-benar menjaga netralitas saat Pilgub dan Pilkada serentak 2018 ini. Jika ketahuan ada keberpihakan, bisa dikenai sanksi hingga penurunan jabatan satu tingkat, hingga pemecatan. “Kemarin, Pak Gubernur sudah menegaskan kepada saya. Dia minta tolong agar teman-teman (ASN) bisa profesional,” ucapnya dalam Rakor tentang Netralitas ASN di Hotel Patrajasa Semarang, Selasa (16/1/2018).

Dijelaskan, ada banyak regulasi yang mengatur netralitas ASN. Yakni UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur dan Bupati/Wali Kota, PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, PP Nomor 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, SE Menpan-RB tentang Netralitas, Disiplin, Sanksi ASN di Pilkada.

“Semua itu disosialisasikan hingga tingkat daerah. Jadi semua ASN harus tahu. Tidak boleh ada yang melanggar karena alasan tidak tahu. Yang datang ke sini, semoga bisa getok tular membantu sosialisasi kepada teman-teman ASN di lingkungan masing-masing. Lagi pula, ini kan hanya mengingatkan karena aturan itu sudah ada sejak dulu,” tegasnya.

Sekda menjabarkan, bentuk ketidaknetralan ASN ada banyak macamnya. Antara lain, menghadiri deklarasi bakal calon, hingga menghadiri acara ulang tahun partai. Dalam SE Menpan-RB Nomor B-2900/KASN/11/2017 ditegaskan, ASN dilarang menggunakan atribut khas salah satu paslon, dan foto bareng salah satu paslon dan mengunggahnya di media sosial (medsos). “Termasuk Bu Atikoh (istri Ganjar Pranowo). Kan masih terdaftar sebagai ASN, jadi tidak bisa foto bareng suaminya,” tuturnya.



Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo menambahkan, substansi hingga tataran teknis Pilkada di Indonesia, paling rumit di seluruh dunia. “Itu yang bilang doktor dari Irlandia. Tidak ada di negara lain yang aturannya seribet di sini. ASN mau foto bareng dengan paslon kok dilarang. Di Jateng, tidak hanya Pak Ganjar yang istrinya ASN. Di Kudus, Magelang, dan Banyumas, istri dan suaminya ada yang bekerja di BUMD, BUMN, dan kepala desa,” tuturnya.

Karena itu, pihaknya mengirimkan surat ke Menpan-RB untuk meminta keterangan detil terkait aturan tersebut. Selain terkait foto bareng dengan istri atau suami yang berstatus ASN, keterlibatan dalam penyelenggaraan Pilkada di tingkat RT/RW juga dipertanyakan. “Kami ingin melibatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada. Termasuk pejabat RT dan RW. Dan ternyata, di kabupaten/kota, banyak ASN yang menjabat kepala RT dan RW,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Baswaslu) Jateng, Fajar Subhki menjelaskan, pihaknya tidak memposisikan diri sebagai penunggu pelanggar. Justru melakukan pencegahan agar tidak ada ASN yang berpihak pada salah satu paslon. “Kalau banyak ASN yang melanggar, itu tidak membanggakan. Kami ikut malu,” tegasnya.

Fajar mengaku, akan tetap mengedepankan praduga tidak berasalah. Sebab, diperkirakan, akan ada pihak yang berusaha menjatuhkan ASN. Seperti mengedit foto ASN untuk disandingkan dengan foto salah satu paslon, kemudian disebarkan ke medsos. Atau foto bareng yang sudah lama, dihembuskan dengan keterangan foto terbaru.

“Kami akan melakukan verifikasi jika ada foto seperti itu. Tidak bisa langsung men-judge meski judulnya tetap dugaan pelanggaran,” tandasnya.

(sm/amh/ton/JPR)