ASN dan Militer Bisa Ganggu Kondusifitas Jika Tidak Netral di Pilkada

ASN dan Militer Bisa Ganggu Kondusifitas Jika Tidak Netral di Pilkada

ilustrasi pilkada
(Dok. RADAR MALANG ONLINE)

RADAR MALANG ONLINE – Aparatur Sipil Negara (ASN) , TNI dan Polri diminta untuk bersikap netral dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak serta Pemilihan Gubernur di Sumatera Utara (Pilgub Sumut).

Imbauan itu diutarakan oleh, Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Sumut.

Ketua Masika ICMI Orwil Sumut Rizki Emiliya mengatakan, keberpihakan ASN, TNI dan Polri bisa mengganggu kondusifitas dan stabilitas negara. Meskipun, apabila itu dilakukan dengan cara diam-diam.

“Jelas, ASN, TNI dan Polri harus Netral. Tidak boleh terlibat aktif, apalagi berkampanye, itu diatur oleh Undang Undang,” kata Rizki Emilia di dampingi Wakil Ketua ICMI Orwil Sumut Irwansyah Putra Nasution, Selasa (6/2).

Masyarakat juga diimbau, agar berperan aktif melakukan pengawasan potensi kecurangan disetiap tahapan. Meskipun, sudah ada lembaga penyelenggara pemilu yang diamanahkan Undang Undang untuk melaksanakannya.

Senada dengan Rizki, Irwansyah menambahkan, apa yang diimbau pihaknya mengingat ada mantan anggota TNI yang juga ikut dalam kontestasi Pilgub Sumut 2018. Yang dimaksudnya adalah, Edy Rahmayadi yang berpasangan dengan Musa Rajekshah sebagai bakal pasangan calon.

“Kita sangat yakin kalau nantinya anggota TNI-Polri akan netral dalam Pilgub Sumut. Tapi tetap harus diawasi,” ucapnya.

Seperti diketahui, Pilgub Sumut akan diikuti oleh tiga pasangan calon yaitu, Edy Rahmayadi – Musa Rajekshah (ERAMAS), Djarot Saiful – Sihar Sitorus (DJOSS) dan JR Saragih – Ance Selian.

“Masika ICMI berharap, masyarakat menyalurkan hak pilihnya ke TPS untuk mendapatkan pemimpin yang bersih dan amanah,” pungkas Irwansyah.


(pra/JPC)