ASN Bisa Tambah Cuti Urusan Penting

Ada yang baru dengan aturan cuti bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dilansir Badan Kepagawaian Nasional (BKN). Cuti alasan penting (CAP) saat ini tidak lagi mengurangi jatah cuti 12 kali dalam setahun itu. Namun, untuk penerapan aturan anyar tersebut masih menunggu sosialiasi.

MALANG KOTA – Ada yang baru dengan aturan cuti bagi aparatur sipil negara (ASN) yang dilansir Badan Kepagawaian Nasional (BKN). Cuti alasan penting (CAP) saat ini tidak lagi mengurangi jatah cuti 12 kali dalam setahun itu. Namun, untuk penerapan aturan anyar tersebut masih menunggu sosialiasi.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Malang Anita Sukmawati menyatakan, pihaknya masih belum menyosialisasikan aturan tersebut. Namun, pihaknya sudah mengetahui dengan jelas aturan yang dilansir BKN tersebut. ”Aturannya sudah jelas. Ya masih akan kami sosialisasikan dulu,” terangnya.

Ditanya apakah di awal tahun 2018 ini sudah ada ASN yang memanfaatkan CAP tersebut? Anita memastikan belum ada. ”Sementara ini belum ada yang ambil cuti,” singkatnya.

Selain karena aturan itu memang masih baru, ada batasan-batasan yang tetap diperhatikan ASN yang akan mengambil CAP. Aturan baru CAP itu misalnya, ASN yang mendampingi istri rawat inap pasca melahirkan. Pengambilan CAP diperbolehkan atau diberikan jika ASN memenuhi persyaratan, yakni melampirkan surat keterangan rawat inap dari dokter di rumah sakit.

Aturan baru itu tertuang dalam Peraturan Kepala BKN/24/2017. Contoh lain, CAP diberikan untuk ASN di daerah yang sedang dalam situasi rawan atau bahaya. Gunanya, untuk memulihkan kondisi kejiwaan ASN yang bersangkutan. Selain itu, ASN yang sedang menjalani program mendapatkan keturunan juga diperbolehkan mengajukan CAP di luar tanggungan negara dengan alasan pribadi dan mendesak.

Menggapi aturan cuti baru itu, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Brawijaya (UB) Dr Mohammad Nuh menyatakan, peraturan Peraturan Kepala BKN/24/2017 itu tak lepas dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN. Dalam PP tersebutdiatur tujuh jenis cuti. ”Lahirnya peraturan itu sebagai petunjuk teknis pengaturan cuti ASN yang lebih detail,” terangnya.

Dosen FIA UB itu menambahkan, PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN pada pasal 340 mengamanahkan, cuti berlaku bagi ASN sakit, dalam proses melahirkan, dan alasan penting. Namun, khusus untuk frasa alasan penting, kata dosen asal Kecamatan Dau Kabupaten Malang itu, bisa saja memunculkan polemik. ”Maka, yang harus ditegaskan kembali itu ya cuti dengan alasan penting itu sendiri,” tegasnya.

Namun, kata dia, pasal tersebut sejatinya sudah merinci dengan jelas siapa yang boleh cuti dengan alasan tersebut. Selain itu, cuti memang hak semua ASN. Namun, yang perlu dicermati, imbuh Nuh, pemberi rekomendasi cuti harus paham dan tegas menjalankan aturan tersebut. ”Ini artinya, kembali kepada pejabat pemberi rekomendasi. Mereka harus mengerti dan paham dulu isi aturan CAP itu,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shiddiq
Penyunting : Ahmad Yani
Copy Editor : Arief Rohman