Asyik, SPP SMAN-SMKN di Malang Raya Turun

MALANG KOTA – Beban orang tua siswa SMAN/SMKN di Malang Raya bakal lebih ringan apabila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, mulai tahun ajaran 2017/2018, tarif sumbangan pendanaan pendidikan (SPP) SMAN/SMKN turun. Penurunan itu mengacu keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

MALANG KOTA – Beban orang tua siswa SMAN/SMKN di Malang Raya bakal lebih ringan apabila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sebab, mulai tahun ajaran 2017/2018, tarif sumbangan pendanaan pendidikan (SPP) SMAN/SMKN turun. Penurunan itu mengacu keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Nominal penurunan di masing-masing daerah bervariatif. Untuk Kota Malang, SPP SMAN turun Rp 80 ribu. Pada tahun ajaran 2016/2017, ditetapkan Rp 200 ribu per bulan, tapi kini menjadi Rp 120 ribu per bulan. Demikian pula SPP SMAN di Kabupaten Malang, turun dari kisaran Rp 150 ribu–Rp 250 ribu sehingga menjadi Rp 75 ribu. Kemudian, di Kota Batu, SPP SMAN yang sebelumnya Rp 120 ribu, kini menjadi Rp 110 ribu.

Untuk SPP SMKN, penurunannya diklasifikasikan menjadi dua jurusan. Jurusan teknik turun dari Rp 250 ribu menjadi Rp 200 ribu. Jurusan nonteknik turun dari Rp 200 ribu menjadi Rp 160 ribu per bulan.

Kepala Disdik (Kadisdik) Provinsi Jatim Dr Saiful Rachman menjelaskan, keputusan penurunan biaya SPP untuk SMAN dan SMKN tersebut telah disosialisasikan pada rapat koordinasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Jatim di Hotel Mercure Surabaya, 18 Januari lalu.


Pertimbangan penurunan SPP berdasar hasil kajian berbagai stakeholder. Terutama mengacu kemampuan ekonomi rata-rata siswa SMAN-SMKN plus kebutuhan operasional masing-masing sekolah. Keputusan tersebut juga sudah ditandatangani Gubernur Jatim Soekarwo. ”Pemprov Jatim juga sudah melakukan pendekatan people centered, yaitu pendekatan berbasis kepada masyarakat,” ujar Saiful beberapa waktu lalu.

Meski tarif SPP turun, Saiful berharap, kualitas pendidikan tidak merosot. Perhatian sekolah terhadap guru tidak tetap (GTT) atau pegawai tidak tetap (PTT) pasti menjadi prioritas. ”Disdik Jatim juga sedang membahas besaran gaji GTT/PTT agar sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK),” kata Saiful kemarin.

Pewarta: Kisno Umbar
Editor: Mahmudan



  • panman

    Ini mah gak turun tapi tambah naik, sebelumnya spp 175 jadi 200 perbulan untuk smk…