Asap Turunkan Kecerdasan Anak

Hal tersebut muncul ketika seorang anak mempunyai intensitas tinggi terhadap sesuatu yang mengandung zat-zat berbahaya. Mulai dari polusi atau apa saja yang mengandung logam berat. ’’Jadi baru terlihat penurunannya pada balita, padahal sebelumnya sangat sehat dan pintar,’’ tuturnya.

Dipaparkan oleh Endang, hal tersebut dikarenakan banyak faktor. Namun, yang paling banyak bahkan masih sering dihiraukan, yakni karena intensitas seorang anak dengan asap. Bisa jadi karena orang tuanya yang kerja di daerah industri, membuat anaknya menjadi sering terpapar oleh asap beserta kandungannya yang membahayakan.

Selain itu, lanjut Endang, bukan hanya asap dari pabrik-pabrik. Semua jenis asap juga berpotensi membuat anak normal menurun kecerdasannya. Misalnya, seorang anak yang rumahnya berada dekat dengan tempat pembakaran sampah. Asap-asapnya selama pembakaran tersebut bila rutin dihirup bisa membuat kecerdasan anak menurun. Serta konsumsi ikan yang sudah tercemar juga bisa menjadi pemicu kondisi ini.

Orang tua yang peka biasanya menyadari hal ini dan akan mengkonsultasikan perilaku anaknya. Namun, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan, karena bila dilakukan pengobatan secara tuntas, maka anak akan kembali normal seperti sedia kala. ’’Intensitasnya dengan barang-barang logam berat juga harus dikurangi,’’ imbuhnya. (*)




(ina/JPC)