Arteria Dahlan Silakan Mengkritik, Tak Perlu Mengumpat ‘Bangsat’

Arteria Dahlan Silakan Mengkritik, Tak Perlu Mengumpat 'Bangsat'

Akibat banyaknya travel umrah nakal itu, ribuan jemaah batal menjalankan ibadah di tanah suci. Menanggapi sikap emosional rekan legislatornya itu, anggota Komisi II DPR Achmad Baidowi mengingatkan agar tidak menggunakan umpatan saat mengkritik.

Menurutnya, melontarkan kata ‘bangsat’ dalam rapat resmi, kurang patut dan kurang pantas dilakukan oleh seorang anggota dewan.

“Silahkan mengkritik tapi tidak perlu pakai kata bangat, karena itu bahasa serampangan,” ujar Baidowi saat dihubungi, Kamis (29/3).

Baidowi lebih lanjut mengatakan, masih banyak cara mengkritik tanpa mengeluarkan kata-kata kasar atau kotor. Dia khawatir, masyarakat menilai DPR seenaknya mengeluarkan kata-kata kotor lantaran merasa punya hak imunitas.

“Sebaiknya memberikan contoh yang baik kepada mayarakat,” katanya.

Sementara itu, terkait biro perjalanan umrah abal-abal yang sudah masuk pengadilan, Baidowi menyarankan semua pihak untuk mengawasi proses persidangan. Barulah apabila ada kejanggalan, dugaan itu bisa dilaporkan ke pihak berkepentingan.

“Hal itu lebih solutif ketimbang sekadar keluar kata bangsat yang bisa menimbulkan kegaduhan baru,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rapat dengan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo, anggota Komisi III Arteria Dahlan mengumpat makian ke Kementerian Agama.

Saat itu, rapat membahas mengenai kasus penipuan ibadah umrah.

Arteria mengatakan dirinya sudah berulang kali menanyakan mengenai biro perjalanan umrah bodong ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Namun tidak mendapatkan jawaban yang diinginkan.

“Ini Kementerian Agama bangsat Pak semuanya, saya buka-bukaan saja,” kata Arteria.

Kata Arteria, Kementerian Agama tidak berhasil melakukan pencegahan terhadap keberadaan biro perjalanan umrah yang terbukti melakukan penipuaan, terhadap para jamaahnya.

Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin pun bereaksi atas ucapan yang disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan.

?Kata Lukman, meski memiliki hak imunitas, meski dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan, tapi apakah patut dan pantas seorang wakil rakyat yang terhormat menggunakan kata seperti itu.

Lukman mengatakan, sejak kemarin sore ia telah benyak sekali mendapatkan ungkapan kemarahan dari jajaran Kementerian Agama terkait makian Arteria Dahlan.

Oleh sebab itu, Lukman berharap Arteria Dahlan bisa meminta maaf atas ucapan yang dialamatkan ke Kementerian Agama. Sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.


(gwn/JPC)