Aremania Super Cetar, Super Kreatif di CFD

MALANG KOTA – Suasana Car Free Day Radar Malang di Jalan Simpang Balapan kemarin pagi benar-benar cetar. Berbeda dari biasanya. Itu karena ada 12 tim peserta lomba kreativitas bertajuk Gumebyar Aremania Smartfren yang menunjukkan beragam kreasi yel-yel dan koreografinya. Sebelum mereka tampil, para pengunjung CFD disuguhi penampilan apik drum band dari SMAN Taruna Nala.

Pada ajang pembuka yang digelar Jawa Pos Radar Malang dan Smartfren itu, hadir antara lain Wali Kota Malang Sutiaji, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, dan Sekkota Malang Wasto. Hadir pula Wakapolres Malang Kota Kompol Ari Trestiawan, Regional Head South East Java Smartfren Muhammad Cahyadi, dan Direktur Jawa Pos Radar Malang. Kurniawan Muhammad. Serta tampak Ketua PKK Kota Malang Widayati.

Pada event tersebut, sejumlah lagu orisinal mampu disuguhkan Aremania. Termasuk koreografi yang kreatif dari para peserta. Bahkan kostum dan dandanan pun dibuat sekreatif mungkin. Ada yang mengecat wajah dengan warna khas Arema, biru dan putih. Sebagian menggunakan alat musik patrol, angklung, dan bass drum. Tidak hanya bass drum, ada juga yang menggunakan kenong (gong kecil). Mereka membawakan yel-yel yang segar dan koreografi yang atraktif.

Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad menyebut, bukan tanpa alasan memilih Lomba Yel-Yel dan Koreografi Gumebyar Aremania Smartfren ini. ”Karena kami ingin memeriahkan Hari Jadi Arema (yang ke-32),” kata dia. Selain itu, ada empat nilai positif dalam yel-yel dan koreografi.

”Setidaknya ada empat nilai yang bisa kita gali (dari yel-yel dan koreografi) yang kelihatannya sederhana,” kata direktur yang akrab disapa Kum itu. Pertama, di dalam yel-yel ada identitas, kedua ada kebersamaan, ketiga ada kecintaan terhadap Arema dan Bumi Arema, serta keempat ada semangat.



”Empat ini akan kami kolaborasi dan insya Allah acara akan sampai 22 September,” kata dia. Lomba ini, Kum melanjutkan, adalah yang pertama digelar di Kota Malang. Dia berharap, event ini akan menambah kreativitas Kota Malang yang sudah ditasbihkan sebagai Kota Kreatif Indonesia.

”Mudah-mudahan acara ini bisa menambah kecintaan kita terhadap Bumi Arema, dan menambah nilai Kota Malang lebih dikenal di dunia luar,” pungkas Kum.

Sutiaji pun mengapresiasi acara yang diadakan Jawa Pos Radar Malang dan Smartfren ini. Menurut dia, Kota Malang ini luar biasa. ”Bahwa kota lain tidak punya seperti Malang,” kata dia. Sebelumnya, Kota Malang memang mendapatkan penghargaan Kota Kreatif Indonesia. Nah, dengan acara seperti lomba yel-yel dan koreografi ini, akan semakin lengkap kreativitasnya.

”Kalau Pak Kum tadi menyebutkan ada empat nilai dari yel-yel (dan koreografi), saya tambah satu, kecerdasan,” kata Sutiaji. Semua itu yang dimiliki Kota Malang dan menjadi modal besar Kota Malang untuk terus berkembang. ”Hari ini kita gali terus inovasi, sehingga dari Malang bisa untuk Indonesia dan dunia,” kata dia.

Selama ini, Sutiaji menjelaskan, Aremania sudah menjadi kiblat suporter di Indonesia. ”Banyak dari yel-yel Aremania yang digunakan suporter lain, hanya diganti lirik saja. Ini talenta yang perlu kita kembangkan dan perlu berikan wadah dan apresiasi, supaya lebih optimal,” kata dia. Dengan event tersebut, kreativitas ini akan terus terasah. Sehingga tidak ada yang bisa mengejar kreativitas arek Malang.

”Dengan Gumebyar Aremania, saya harap apa pun yang dituangkan Arema akan menggema ke seantero Indonesia,” kata dia. Menurut dia, yel-yel dan koreografi sangat vital dalam sepak bola. ”Karena saya kira, yang dilihat bukan hanya bola. Namun, ada hiruk pikuk di sana, perlu kreasi dan inovasi yang terus-menerus oleh suporter,” kata dia.

Regional Head South East Java Smartfren Muhammad Cahyadi menyatakan, Kota Malang sangat istimewa. ”Kalau bicara Malang itu identik tiga hal,” kata dia. Pertama, Malang adalah Kota Pelajar. Kedua, Malang adalah barometer musik. ”Ya, musik rock itu barometernya ada di Kota Malang,” lanjut Cahyadi.

Sejak era 1980-an, Kota Malang sudah terkenal dengan band musik rock. Ketiga, Malang menjadi barometernya kualitas klub sepak bola di tanah air dengan Arema. ”Arema identik dengan Aremania, karena akan selalu hadir di pertandingan Arema,” kata dia.

Menurut Cahyadi, Aremania, juga punya identitas yang khas. ”Setiap kali tampil di pertandingan, yel-yel dan koreografinya sangat solid, kompak, dinamis, dan kreatif. Atas dasar itulah, kami sangat tertarik mengadakan lomba ini,” kata dia. Apa yang dilakukan Aremania itu, Cahyadi menjelaskan, sama seperti Smartfren.

”Ya, sama seperti kami, yang kreatif dan dinamis, karena yang mendapatkan lesson 4G pertama adalah Smartfren, di Malang Raya coverage kami sudah 90 persen,” pungkasnya.

Lomba yel-yel dan koreografi ini pun masih belum berakhir. Para peserta masih bisa mendaftarkan di Jawa Pos Radar Malang di Jalan Kawi 11-B (Kota Malang), Radar Kanjuruhan (Pepen, Pakisaji), Radar Batu di Jalan Pattimura (Kota Batu), dan kantor Smartfren di Jalan Cokelat, Lowokwaru.

Setiap tim, minimal 20 dan maksimal 25 orang. Biaya pendaftaran Rp 100 ribu dan akan mendapatkan 10 kartu perdana Smartfren 5 GB. Total hadiah di event ini tidak main-main, yakni Rp 22,5 juta yang akan dibagi untuk juara 1, 2, dan 3. Nantinya, peserta berikutnya akan tampil di CFD pada 25 Agustus, 1 September, 8 September, dan terakhir 22 September.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib