Aremania Licek, Sampai Ibu-Ibu Hebohkan Gumebyar Aremania

KOTA MALANG – Penampilan peserta Lomba Yel-Yel dan Koreografi Gumebyar Aremania Smartfren pekan kedua di arena Car Free Day (CFD) kemarin (1/9) semakin menarik. Spirit Aremania yang selama ini terkenal kreatif dan atraktif ditunjukkan oleh para peserta.

Tidak hanya dari komunitas Aremania, ada juga peserta dari Aremania licek (kecil), ibu-ibu, pelajar, instansi pemerintahan, hingga Aremania luar kota. Semua peserta berusaha menunjukkan performa terbaiknya.

Tak pelak, aksi para peserta pun mencuri perhatian para pengunjung CFD. Seperti yang disajikan Aremania Embrants, Korwil Kampung Biru Arema. Mereka membawa skuad Aremania licek yang masih TK dan SD. Penampilan mereka juga menarik. Sebab, membawa kultur Aremania era 2000-an dengan khas wajah yang dicelonteng (diwarnai).

Ibrahim Ricky, koordinator peserta dari Aremania Embrants, mengatakan, persiapan untuk lomba ini sebenarnya singkat. ”Jadi, ini belum perform yang sesungguhnya, anak-anak masih pada nervous,” kata dia sambil tersenyum.

Tim Aremania Embrants, sebanyak 25 orang. Mayoritas adalah anak-anak, kecuali yang mengiringi bass drum. Anak-anak ini beryel-yel dan berkoreografi layaknya di dalam stadion untuk mendukung langsung penggawa Singo Edan.

Mereka membawakan beberapa lagu, di antaranya Jiwa Semangat. ”Kami bawakan itu harapannya menambah kekompakan, tanpa pandang komunitas, korwil mana, karena semua Aremania itu satu,” kata guru SDN Madyopuro 6 itu.

Penampilan menarik lainnya datang dari TK Taman Indria. Namun, bukan para siswa TK ini, tapi para wali muridnya. Para ibu mencuri perhatian karena mereka tampil total dengan dandanan seperti mengikuti karnaval. ”Wali murid sangat antusias saat kami ajak ikut lomba ini,” kata Tutut Evi Murdiati, kepala TK Taman Indria.

Bagi dia, lomba ini tidak hanya sekadar untuk menggali kreativitas. ”Namun, ini juga mengenalkan sekolah kami dan yang paling penting untuk kebersamaan antara guru serta wali murid, kami adalah sebuah tim yang kompak,” kata dia. Para ibu ini juga membawakan lagu asal Papua, Yamko Rambe Yamko. ”Kami ingin menunjukkan bahwa kita Indonesia adalah satu,” pungkas Tutut.

Aremania dari luar kota juga tidak ingin kalah. Salah satunya Aremania Pembangkang87 Jember. Mereka rela berangkat dari Jember pukul 24.00 untuk bisa sampai mengikuti event yang diadakan Jawa Pos Radar Malang dan Smartfren ini.

Koordinator Aremania Pembangkang87 Jember Danu Aksadiyat mengatakan, semua sangat antusias untuk bisa ikut event ini. Sebab, meski berasal dari luar kota dan mereka punya kecintaan yang besar pada Arema. ”Dukung Arema itu sudah panggilan jiwa,” kata dia.

Penampilan yang mereka bawakan juga fresh. Aremania Pembangkang87 Jember ini membawakan yel-yel karya mereka. Ada Ho Arema, Satu Arema, Untuk Kejayaan, dan Hei Aremaku. ”Salah satu motivasi besar kami adalah agar karya kami bisa didengar saudara kami yang ada di Malang,” kata Aremania yang akrab disapa Djarot itu.

Meski belum juara, Aremania dari Jember ini mendapat kejutan dari pengusaha Ir Purnomo. ”Saya sebenarnya asli Malang, tapi kuliah di Jember dan istri orang Jember. Melihat arek-arek Jember yang cinta dengan Arema, saya jadi simpati dan trenyuh,” kata pria yang tinggal di Jalan Ijen itu. Purnomo pun memberikan uang Rp 1 juta untuk rombongan ini. ”Dulu saya dekat dengan Lucky (Acub Zainal) dan Ovan Tobing,” kata developer perumahan itu.

Selain itu, tidak kalah menarik penampilan peserta lainnya. Untuk diketahui di pekan kedua ini yang tampil di antaranya SMKN 13 Malang, SMPK Mardi Wiyata, dan Aremania Poltam (Polisi Taman) Disperkim Kota Malang.

Pewarta : Aris Dwi Kuncoro
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Ahmad Yani