Aremania : Kami Bersaudara dengan Orang Papua

MALANG KOTA – Sebagai komunitas suporter, Aremania selama ini dikenal cinta damai. Mampu merangkul berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Tak terkecuali dengan masyarakat Papua.

“Karena itu ketika muncul pemberitaan bahwa ‘Aremania pukul mundur AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) di Kayutangan (Kamis, 15/8), kami keberatan,” kata Aremania Klayatan, Achmad Ghozali mengklarifikasi pemerbitaan radarmalang.id pada 15 Agustus 2019 itu.

Seperti diketahui, pada waktu itu, demo yang dilakukan AMP berujung ricuh di Kayutangan. Memang, ada warga yang tersulut emosi pada peristiwa tersebut. “Tapi itu hanya sebagian kecil saja,” ujar Ghozali.

Dia juga membenarkan bahwa kala itu ada sejumlah Aremania berada di lokasi. “Tapi koridornya adalah Aremania saat itu dalam perjalanan menuju Stadion Kanjuruhan. Karena akan ada laga big match Arema FC vs Persebaya,” kata dia.

Jadi, Ghozali keberatan bila ada yang menyebut Aremania terlibat dalam kejadian tersebut. “Justru teman-teman kami yang memakai atribut Arema membantu mengevakuasi mahasiswa Papua,” ujarnya.



Apapun, kata Ghozali, pihaknya berharap bahwa peristiwa yang terjadi belakangan ini tidak sampai merusak hubungan baik antara Aremania dengan masyarakat Papua.

“Aremania itu cinta damai. Kami bersaudara dengan teman-teman Papua,” ujarnya.

Dia kemudian mengungkapkan apa dilakukan Aremania ketika Persipura bermain di Malang. Terakhir terjadi di Stadion Gajayana, 4 Juli lalu.

Seperti laga-laga sebelumnya, suporter Papua bisa dengan nyaman menonton laga Persipura melawan Arema FC di Malang.

“Aremania juga ikut mengawal kedatangan tim Persipura, juga suporternya,” kata dia.

Begitu pun sebaliknya, Aremania juga bisa dengan nyaman menonton laga Arema FC di Stadion Mandala Jayapura, markas Persipura.

Lebih lanjut, Ghozali mengatakan bahwa sejarah Arema itu tidak bisa dilepaskan dari Papua. “Ebes Sugiyono dan Acub Zainal (pendiri Arema) pernah bertugas di Papua. Kemudian, legenda-legenda Arema banyak yang berasal dari Papua. Mulai dari Mecky Tata, Dominggus Nowenik, Panus Korwa,” ujar dia.

Terbaru, ada Ricky Kayame di skuad Arema FC. Kayame menjadi idola Aremania. Apalagi, setelah dia mencetak gol kemenangan Arema FC atas Barito Putera, Senin malam (19/8).

Sementara itu, Sukarno atau Pak No mengatakan bahwa Aremania selama ini mengumandangkan semangat anti-rasisme. “Kami melawan rasisme. Berbeda-beda suku itu boleh, tapi tetap ada di bingkai NKRI,” tegas pria yang dikenal sebagai penabuh drum Aremania ini.

Foto : Indra M-Rubianto
Pewarta/Editor : Indra M